“Kami memastikan mekanisme skrining, pelaporan, dan tracing berjalan aktif di seluruh fasilitas kesehatan. Ini adalah hasil kerja nyata para petugas dan masyarakat yang peduli terhadap kesehatan lingkungan,” jelas Gubernur Andra Soni.
Wali Kota Tangerang, H. Sachrudin, menambahkan bahwa keberhasilan program pemberantasan TBC di wilayahnya tidak lepas dari partisipasi aktif masyarakat melalui Kelurahan Siaga TB dan inovasi Ransel TBC.
“Melalui Ransel TBC, masyarakat dapat melakukan skrining mandiri. Kami juga gencar melakukan sosialisasi di sekolah, pasar, hingga lembaga pemasyarakatan. Dengan deteksi dini, penanganan bisa lebih cepat dan pengobatan segera dimulai,” ungkap Sachrudin.
Berdasarkan data tahun 2024, sebanyak 92% pasien TBC di Kota Tangerang berhasil sembuh setelah menjalani pengobatan. Capaian ini didukung oleh berbagai inovasi, di antaranya aplikasi Ransel TBC yang memungkinkan masyarakat melakukan skrining mandiri menggunakan alat X-Ray, serta program Kader ASMARA TBC — para kader yang secara aktif mendampingi pasien hingga tuntas menjalani pengobatan.
“Kami ingin memastikan tidak ada lagi warga yang luput dari deteksi TBC. Ini bukan hanya soal kesehatan, tapi soal kepedulian antarwarga. Bersama, kami siap menuntaskan TBC dari Kota Tangerang,” tutup Wali Kota Sachrudin. ***