Menariknya, kehadiran tim Blue Deal Belanda membawa warna baru dalam upaya penanganan banjir di wilayah Tangerang. Program ini merupakan bagian dari Dutch Water Authority (Dewan Air Belanda) yang bekerja sama dengan Kementerian PUPR.
“Tim program Blue Deal dari Belanda ini mitra Kementerian PUPR, saya bawa ke Gelam itu supaya upaya-upaya yang dilakukan pemerintah daerah bisa disambungin dengan Kementerian PUPR, yang juga bagian dari tugasnya,” pungkas Bupati.
Sementara itu, perwakilan tim Blue Deal, Mr. Rob, mengaku kagum dengan langkah dialogis yang dilakukan Bupati Tangerang.
Ia menyebut pendekatan tersebut patut dicontoh oleh para politisi di negaranya.
“Saya sangat senang dan sangat mengapresiasi Pak Bupati. Ini seharusnya menjadi contoh politisi juga di Belanda, datang ke warga, menyerap aspirasi secara langsung,” ujarnya, sebagaimana diterjemahkan oleh Kepala Bappeda, Erwin Mawandy.
Menurut Rob, persoalan banjir tak bisa diselesaikan secara parsial. Perlu penanganan dari hulu ke hilir dan kerja sama lintas wilayah.
“Memasang pompa air, pembangunan tandon ataupun normalisasi sungai tentunya bukan menjadi solusi terbaik karena bicara penanganan air harus dari hulu ke hilir. Agenda berikutnya kami akan mengupayakan koordinasi juga dengan wilayah Bogor terus juga dengan pusat supaya yang bekerja bukan hanya Pak Bupati saja tapi yang di hulu juga ikut mikirin terus kemudian juga pusat juga ikut campur tangan,” tandasnya.***