“Wilayah yang rawan banjir antara lain Curug, Binong, Balaraja, dan Pantura. Adapun wilayah utara seperti Mauk, Kronjo, dan Pakuhaji sering terdampak angin puting beliung. Untuk wilayah selatan seperti Cisauk dan Pagedangan, intensitasnya relatif lebih rendah,” jelas Taufik.
Ia menambahkan, BPBD telah menyiapkan 14 posko pemantauan yang tersebar di berbagai wilayah untuk memperkuat respon cepat terhadap laporan bencana. Setiap posko membawahi dua hingga tiga kecamatan sesuai tingkat kerawanan masing-masing daerah.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam menjaga lingkungan dan melaporkan potensi bahaya di sekitarnya.
“Kami mengimbau masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam menjaga lingkungan dan melaporkan potensi bahaya di sekitarnya. Misalnya, apabila terdapat pohon yang berisiko tumbang atau kabel listrik yang berbahaya, segera laporkan kepada RT atau kepala desa agar informasi dapat diteruskan secara berjenjang kepada kami,” kata Taufik.
Melalui apel kesiapsiagaan ini, Pemkab Tangerang dan Polresta Tangerang bersama seluruh unsur terkait menegaskan komitmennya untuk memperkuat koordinasi dan kesiapan dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, guna menjaga keselamatan dan ketenteraman masyarakat di seluruh wilayah Kabupaten Tangerang. ***