Sementara itu, Ketua Panitia Festival Sangga Nagara Tahun 2025, Haris Munandar, menjelaskan bahwa festival ini merupakan kegiatan yang memadukan unsur pertanian, kesenian, dan kebudayaan masyarakat Padarincang.
”Sehingga mudah-mudahan dengan kegiatan ini apa yang bisa kita angkat untuk memajukan daerah kita khususnya Kabupaten Serang, Provinsi Banten itu kita angkat hari ini. Siapa yang punya potensi mari kita bareng-bareng kita munculkan potensi yang ada di wilayah kita,” ujarnya.
Haris menambahkan, sejumlah kesenian lokal turut ditampilkan, di antaranya kuda kepang dari Kampung Kadu Kempong, Bendrong dan Perang Ujung dari Desa Kalumpang, serta budaya ruwatan bumi.
”Ngaruwat bumi tujuannya adalah ucapan ungkapan rasa syukur ke sang pencipta telah diberikan hasil panen yang berlimpah, dan berdoa memohon supaya tanamannya dijaga dari serangan hama dan penyakit,” ungkapnya.
Untuk susunan acara, Haris menyebut terdapat 17 agenda kegiatan, mulai dari lomba marhaba, istigosah, ruwatan bumi, festival layang-layang, pameran pertanian, karnaval pertanian, hingga tarian kolosal Beas Mawur.
”Ada parade seribu rudat, dan masih banyak lagi acara-acara yang kita gelar di kegiatan 3 hari 4 malam,” terangnya.
Haris juga memastikan bahwa pada Rabu, 15 Oktober 2025, festival akan dihadiri sejumlah tokoh penting nasional dan daerah.
”Besok Ibu Bupati, menteri, utusan presiden dan dari kementan akan hadir, dan disambut oleh tarian-tarian,” tuturnya.