Agroindustri meningkatkan nilai tambah melalui diversifikasi produk, seperti cokelat organik atau fair-trade, yang diminati pasar Eropa dan Amerika.Tantangan.
Peluang di Pasar Dunia Agroindustri kakao memiliki banyak tantangan, termasuk perubahan iklim, yang mengurangi hasil panen di Sulawesi hingga 20%, dan persaingan dari Afrika Barat, yang memasok 70% kakao dunia. Menurut Hidayat dan Sari (2021) rantai pasokan terganggu oleh pandemi COVID-19, yang menyebabkan ekspor turun 15% pada tahun 2020.
Namun, peluang muncul dari tren konsumen yang sadar kesehatan, yang membeli cokelat kakao Indonesia yang tinggi antioksidan.Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah, swasta, dan petani harus bekerja sama. 50.000 petani kakao telah menerima bantuan dari program seperti Gerakan Nasional Pengentasan Kemiskinan Ekstrem (GNPE), yang memanfaatkan agroindustri terintegrasi untuk meningkatkan produktivitas mereka.
Daftar Pustaka
Hidayat, Y., dan Sari, D.
P. 2021.
"Strategi Pengembangan Agroindustri Kakao Berbasis Keberlanjutan di Tengah Perubahan Iklim".
Jurnal Agronomi Indonesia, 49(3), 210-225.
Rengga, A., Juru, P., dan Tonce, Y. 2023. Analisis Perbedaan Harga Jual Kakao Asalan Dan Kakao Sertifikasi Pada Pt.
Celebes Makmur Abadi Maumere.
Jurnal Projemen UNIPA, 10(1), 49-61.
Susanto, A., dan Widodo, S. (2020).