“Petani jangan sampai merasa ditinggalkan. Jika hasil panennya belum memenuhi standar, perlu dilakukan pendampingan, pelatihan, dan pemberian akses. Saya yakin, kalau semua pihak bergerak bersama, hasilnya akan jauh lebih baik,” tegas Wapres Gibran.
Ia juga menyerukan agar generasi muda ikut berperan aktif dalam transformasi pertanian menuju era modern dan berkelanjutan.
“Ke depan, saya harap lebih banyak anak muda terlibat dalam R&D, penggunaan AI, dan drone untuk pertanian. Banyak inovasi yang sudah baik seperti pupuk organik dari enceng gondok dan teknologi pengairan ramah lingkungan yang perlu dikembangkan,” ujarnya.
Setelah memberikan arahan, Wapres melakukan penanaman benih jagung secara simbolis menggunakan mobile tractor R4 di lahan 50 hektare yang telah disiapkan. Penanaman ini menjadi penanda dimulainya kegiatan Penanaman Jagung Serentak Kuartal IV di 33 titik binaan Polri di seluruh Indonesia, dengan total lahan mencapai lebih dari 3.000 hektare.
Kegiatan juga diisi dengan dialog virtual antara Wapres dengan Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, serta Kapolda dari berbagai daerah yang turut melaksanakan penanaman serentak.
Wapres kemudian menebar 80.000 benih ikan nila sebagai bagian dari program diversifikasi sumber pangan nasional, serta melepas penyaluran hasil panen jagung Kuartal III sebanyak 160 ton untuk wilayah Banten, yang menjadi bagian dari total 1.268 ton hasil panen nasional.
Turut hadir mendampingi kegiatan tersebut antara lain Menko Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal, serta sejumlah pejabat tinggi lainnya.
Kehadiran Wapres Gibran di Kabupaten Tangerang ini menjadi bukti nyata bahwa ketahanan pangan bukan sekadar wacana, melainkan gerakan bersama lintas sektor — dari pemerintah pusat, daerah, hingga masyarakat yang menjadi ujung tombaknya.