Sabtu, 10 Oktober 2026

Teknik Pembuatan Alat Musik Tehyan Melaju ke Sidang Penetapan Warisan Budaya Takbenda Nasional 2025

BAGIKAN:
Teknik Pembuatan Alat Musik Tehyan Melaju ke Sidang Penetapa...
0
Teknik Pembuatan Alat Musik Tehyan Melaju ke Sidang Penetapan Warisan Budaya Takbenda Nasional 2025

JAKARTA – Teknik pembuatan alat musik Tehyan, keterampilan kerajinan tradisional yang menjadi jantung kesenian Gambang Kromong, secara resmi melaju ke tahap sidang penetapan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Nasional 2025. Pengusulan ini menjadi salah satu dari lima warisan budaya Provinsi Banten yang disidangkan hari ini di Hotel Sutasoma, Jakarta, Selasa (7/10/25).

Tehyan merupakan alat musik gesek yang memiliki nilai sejarah tinggi sebagai penanda akulturasi budaya Tionghoa Benteng di Tangerang. Keahlian dalam proses pembuatannya kini tengah diusulkan untuk memperoleh perlindungan tertinggi dari negara.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Tangerang, Boyke Urif Hermawan, menjelaskan bahwa proses pengusulan ini merupakan hasil dari tahapan panjang, mulai dari pengumpulan data akademik oleh tim ahli di daerah hingga kurasi ketat di tingkat provinsi.

“Kami mengajak seluruh masyarakat, terutama di Kota Tangerang, untuk terus menyebarkan informasi ini dan mendukung penuh upaya pelestarian. Dukungan dari masyarakat adalah energi utama kami dalam menjaga warisan budaya,” tutupnya.

Boyke menegaskan, Tehyan sebagai simbol akulturasi Tionghoa Benteng dan instrumen kunci dalam kesenian Gambang Kromong, harus dilindungi karena merepresentasikan keterampilan kerajinan tradisional yang sangat berharga sekaligus menjadi identitas kultural Kota Tangerang.

“Kami berharap, bahwa status WBTb Nasional ini akan menjadi payung hukum untuk menjamin kelestarian, memicu regenerasi perajin serta memperkuat pariwisata budaya di Kota Tangerang,” sambungnya.

Dengan masuknya teknik pembuatan Tehyan dalam sidang penetapan WBTb Nasional, diharapkan seni tradisional khas Tangerang ini dapat terus bertahan di tengah arus modernisasi dan menjadi kebanggaan masyarakat Banten di kancah nasional.

Rambu Solo: Pemakaman Toraja yang Jadi Pesta Adat dan Daya Tarik Dunia
Artikel Selanjutnya

Rambu Solo: Pemakaman Toraja yang Jadi Pesta Adat dan Daya Tarik Dunia

Penulis: Siska Mawita
Diterbitkan: 8 Oktober 2025, 17:51 WIB · Diperbarui: 25 Maret 2026, 01:46 WIB

Berikan Opinimu

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Terkini

Florencia Kirana Wilman: Bukti bahwa Siswi SMK Juga Bisa Berprestasi

Konten dari Pengguna Cerita Rabu, 30 September 2026 | 04:17 WIB

Dari Kerokan ke Algoritma: Ketika Pengobatan Tradisional Bertemu Dunia Digital

Konten dari Pengguna Opini Senin, 28 September 2026 | 14:01 WIB

Edukasi Dan Promosi Desa Wisata Candirejo Melalui Sejarah Banyu Asin Dan Strategi Inovasi Pariwisata Kreatif

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Senin, 21 September 2026 | 04:11 WIB

TBM MaBaR: Kecil Tempatnya, Besar Gerakan Literasinya

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Selasa, 15 September 2026 | 13:59 WIB

Bukan Sekadar di Balik Jeruji, Warga Binaan Lapas Batang Unjuk Karya di Festival Literasi

Konten dari Pengguna Siaran Pers Selasa, 15 September 2026 | 10:21 WIB

Bandung Bersiap Sambut Forum Kota Pusaka Indonesia 2027

Konten Redaksi Senin, 24 Agustus 2026 | 18:31 WIB

Film Langkah Kecil Menuju Pulih Nembus 5.000 Penonton

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Minggu, 23 Agustus 2026 | 16:25 WIB

Saatnya Peduli, Kalapas Bandanaira Ajak Donasi untuk Warga NTT Terdampak Bencana

Konten dari Pengguna Siaran Pers Kamis, 20 Agustus 2026 | 05:32 WIB