Sabtu, 10 Oktober 2026

Rambu Solo: Pemakaman Toraja yang Jadi Pesta Adat dan Daya Tarik Dunia

BAGIKAN:
Rambu Solo: Pemakaman Toraja yang Jadi Pesta Adat dan Daya T...
0
Rambu Solo: Pemakaman Toraja yang Jadi Pesta Adat dan Daya Tarik Dunia

TORAJA – Pemakaman di Tana Toraja, Sulawesi Selatan, bukan sekadar prosesi duka. Masyarakat Toraja mengenalnya sebagai Rambu Solo’, sebuah upacara adat megah yang kerap berlangsung berhari-hari hingga berminggu-minggu, bahkan memikat perhatian wisatawan mancanegara.

Berbeda dengan pemakaman pada umumnya, Rambu Solo’ justru dianggap pesta penghormatan terakhir. Jenazah yang meninggal bisa disimpan di rumah selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun, karena keluarga harus menabung biaya besar untuk melaksanakan upacara.

Bagi orang Toraja, jenazah bukanlah orang mati, melainkan “to makula” atau orang sakit yang masih tinggal bersama keluarga.

Puncak prosesi ditandai dengan penyembelihan kerbau dan babi dalam jumlah besar. Seekor kerbau belang khas Toraja (Tedong Bonga) bahkan bisa bernilai ratusan juta rupiah, dipercaya dapat mempercepat roh menuju Puya, alam baka dalam kepercayaan Toraja.

Lebih dari itu, keunikan pemakaman Toraja juga tampak pada makam tebing batu dan gua alami. Peti mati disusun rapi di dinding tebing, sementara untuk bayi yang meninggal sebelum tumbuh gigi, tradisi lama menempatkan mereka dalam lubang pohon yang kemudian ditutup serat kayu.

Tak ketinggalan, ada Tau-tau, patung kayu menyerupai wajah almarhum yang diletakkan di depan makam. Patung ini dipercaya sebagai perwujudan roh yang sudah meninggalkan jasad.

Kemeriahan Rambu Solo’ membuat banyak wisatawan asing datang setiap tahunnya. Mereka menyebut Toraja sebagai “Mesirnya Indonesia”, karena tradisi pemakaman di daerah ini sarat dengan filosofi kehidupan, kematian, dan penghormatan kepada leluhur.

Dengan segala keunikan dan kemegahannya, Rambu Solo’ bukan hanya upacara adat, tetapi juga cermin betapa kuatnya ikatan masyarakat Toraja dengan tradisi dan nilai spiritual yang diwariskan turun-temurun.

Bupati Tangerang Tegas: "Tinggalkan Transaksi Transaksi Manual, Semua Harus Digital
Artikel Selanjutnya

Bupati Tangerang Tegas: "Tinggalkan Transaksi Transaksi Manual, Semua Harus Digital

Penulis: Tiara Herawati
Diterbitkan: 26 September 2025, 22:35 WIB · Diperbarui: 25 Maret 2026, 01:46 WIB

Berikan Opinimu

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Terkini

Florencia Kirana Wilman: Bukti bahwa Siswi SMK Juga Bisa Berprestasi

Konten dari Pengguna Cerita Rabu, 30 September 2026 | 04:17 WIB

Dari Kerokan ke Algoritma: Ketika Pengobatan Tradisional Bertemu Dunia Digital

Konten dari Pengguna Opini Senin, 28 September 2026 | 14:01 WIB

Edukasi Dan Promosi Desa Wisata Candirejo Melalui Sejarah Banyu Asin Dan Strategi Inovasi Pariwisata Kreatif

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Senin, 21 September 2026 | 04:11 WIB

TBM MaBaR: Kecil Tempatnya, Besar Gerakan Literasinya

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Selasa, 15 September 2026 | 13:59 WIB

Bukan Sekadar di Balik Jeruji, Warga Binaan Lapas Batang Unjuk Karya di Festival Literasi

Konten dari Pengguna Siaran Pers Selasa, 15 September 2026 | 10:21 WIB

Bandung Bersiap Sambut Forum Kota Pusaka Indonesia 2027

Konten Redaksi Senin, 24 Agustus 2026 | 18:31 WIB

Film Langkah Kecil Menuju Pulih Nembus 5.000 Penonton

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Minggu, 23 Agustus 2026 | 16:25 WIB

Saatnya Peduli, Kalapas Bandanaira Ajak Donasi untuk Warga NTT Terdampak Bencana

Konten dari Pengguna Siaran Pers Kamis, 20 Agustus 2026 | 05:32 WIB