Meski menjadi sumber energi, nasi putih memiliki indeks glikemik (GI) yang tergolong tinggi, yakni sekitar 70–90. Artinya, nasi putih dapat menyebabkan kadar gula darah naik lebih cepat dibandingkan sumber karbohidrat lain seperti nasi merah, quinoa, atau oat.
Penelitian yang diterbitkan dalam British Medical Journal menunjukkan bahwa konsumsi nasi putih berlebihan dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2, terutama pada orang dewasa dengan gaya hidup kurang aktif.
“Bukan berarti nasi harus dihindari sepenuhnya, tetapi penting untuk mengatur porsi dan memilih jenis nasi yang lebih rendah GI,” ujar dr. Fadli Rahman, ahli gizi dari Universitas Indonesia.
Nasi Dingin Bisa Turunkan Kalori
Salah satu fakta menarik adalah nasi yang telah didinginkan semalaman di lemari es mengandung resistant starch (pati resisten) lebih tinggi. Jenis pati ini tidak mudah dicerna tubuh sehingga membantu mengontrol kadar gula darah dan menjaga rasa kenyang lebih lama.
Studi dari University of Indonesia dan National University of Singapore menemukan bahwa nasi yang didinginkan lalu dipanaskan kembali dapat menurunkan kadar kalori hingga 10–15 persen dibanding nasi yang baru matang.
“Ini bisa jadi alternatif bagi mereka yang ingin tetap makan nasi tapi ingin menurunkan berat badan,” kata dr. Renny Lestari, pakar nutrisi dari RS Persahabatan Jakarta.
Pilih Jenis Nasi yang Lebih Sehat