Ikuti Kami
Rabu, 19 Agustus 2026 Versi Web

Temuan Cesium-137 di Cikande, Pakar: Waspada, tapi Jangan Panik

Penulis: Yati Komalasari
Sabtu, 13 September 2025 | 22:09 WIB
Facebook
X
WhatsApp
Lainnya

SERANG // Temuan zat radioaktif Cesium-137 (Cs-137) di kawasan industri Modern Cikande, Kabupaten Serang, Banten, memicu kekhawatiran publik. Meski demikian, pakar metalurgi dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Prof.

Agus Pramono, menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu panik, selama kewaspadaan tetap dijaga.

"Cesium-137 lazim digunakan dalam berbagai keperluan industri dan medis. Jika disimpan dengan benar, zat ini tidak berbahaya. Namun, jika terjadi kebocoran dan masuk ke tubuh, bisa memicu gangguan kesehatan serius, termasuk kanker," kata Agus Pramono yang akrab disapa Gus Pram, Jumat (12/9/2025).

Cs-137 merupakan isotop radioaktif hasil fisi nuklir. Zat ini kerap dimanfaatkan dalam sterilisasi peralatan medis, deteksi cacat logam melalui gamagrafi, serta pelacakan aliran fluida di sektor industri.

Ambang Batas Paparan

Menurut Gus Pram, efek kesehatan dari paparan Cs-137 sangat bergantung pada kadar dan cara paparan.

"Berdasarkan data Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat, kandungan Cs-137 pada udang sebesar 68 becquerel per kilogram (Bq/kg) masih dianggap aman. Namun, jika melebihi 1.200 Bq/kg, potensi risiko terhadap tubuh meningkat signifikan," ujarnya.

Ia menambahkan, risiko meningkat bila paparan berlangsung dalam jangka panjang atau terjadi kebocoran dalam bentuk gas atau partikel halus. Dalam kondisi tersebut, Cs-137 dapat menyebar ke udara, tanah, dan air, sehingga memperbesar peluang kontaminasi.

Bukan Pengawet Makanan

Penulis: Yati Komalasari
Sabtu, 13 September 2025 | 22:09 WIB
Artikel Selanjutnya

Arjaya Berkah Marine Tunjukkan Performa Unggul di Industri Galangan Kapal Serang

Mode AMP — versi ringan & cepat
Versi Lengkap

Terkini

Wabup Serang Dorong Satu Desa Satu Bank Sampah

Minggu, 18 Januari 2026 | 22:12 WIB
↑ Kembali ke atas
Temuan Cesium-137 di Cikande, Pakar: Waspada, tapi Jangan Panik

Bagikan artikel ini melalui