Gubernur juga menekankan bahwa kemeriahan Seba Baduy bukan sekadar tontonan, melainkan sebuah tuntunan.
“Seba Baduy bukan sebagai tontonan, tetapi tuntunan,” ucapnya. Ia menilai filosofi Seba sangat relevan, terutama dalam pelestarian alam dan adat istiadat yang ditunjukkan oleh masyarakat Baduy.
Senada dengan itu, Plt Kadis Pendidikan dan Kebudayaan, Lukman, menyampaikan bahwa Seba ke Bapak Gede berlangsung dengan khidmat. “Banyak filosofi Seba Baduy yang bisa menjadi tuntunan bagi masyarakat lainnya,” ujarnya. (adv)