Minggu, 18 Oktober 2026

Yayasan Sketsa Mimpi Ajak Santri Pondok Pesantren Salafiyyah Darul Bayan Menulis Cerita

BAGIKAN:
Yayasan Sketsa Mimpi Ajak Santri Pondok Pesantren Salafiyyah...
0
Yayasan Sketsa Mimpi Ajak Santri Pondok Pesantren Salafiyyah Darul Bayan Menulis Cerita

PANDEGLANG, DISTRIKBANTENNEWS.COM - Yayasan Sketsa Mimpi gelar Santri Berkarya dengan tema “Menulis Cerita, Merangkai Mimpi” di Pondok Pesantren Salafiyyah Darul Bayan, Desa Mekarjaya, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, pada Senin-Selasa 27-28 Januari 2025.

Sketsa mimpi merupakan yayasan sosial yang berfokus pada pengembangan kepemudaan dan dijadikan wadah bersama untuk menumbuhkan jiwa yang berani bermimpi, beraksi, berbagi, berkolaborasi, dan berkontribusi untuk Negeri.

Founder Sketsa Mimpi, Aldi Reihan Bugar,  mengatakan bahwa pentingnya peningkatan kemampuan literasi pada santri sehingga kegiatan ini merupakan langkah pengembangan diri pada mereka

“Santri Berkarya merupakan salah satu bentuk pengembangan diri melalui dunia literasi, kegiatan ini yang sejalan dengan visi sketsa mimpi. Adapun bentuk kegiatannya pengenalan literasi tulis dan praktik baik kepenulisan cerita pendek” kata Aldi,

"Santri Berkarya menjadi sebuah langkah nyata untuk membangun kepercayaan diri santri dalam menulis dan menyampaikan gagasan. Literasi adalah jalan menuju kemajuan, kami ingin mendorong para santri untuk menghasilkan karya yang bermakna dan bermanfaat untuk masyarakat." imbuhnya Kegiatan dilaksanakan selama dua hari. Hari pertama diisi dengan penyampaian materi oleh narasumber yang kompeten di bidangnya, diantaranya Ahmad Syaikhu, selaku direktur Baletanda, dan Imam Tantowi, selaku CEO Patron.id. sedangkan hari kedua diisi dengan praktik langsung penulisan cerita yang dipandu oleh mentor. Kegiatan ini Salah satu narasumber, Ahmad Syaikhu, mengatakan bahwa minimnya kemampuan literasi di Indonesia, banyak yang bisa membaca namun sedikit yang bisa menyimpulkannya dengan baik. “Melalui kegiatan ini, santri belajar tentang dasar-dasar menulis dan bagaimana cara menuangkan ide/gagasan. Menulis bagi santri juga sangat penting, karena dunia menulis tidak lepas dari kesantrian, hidup dan matinya santri itu dengan modal dasarnya menulis, karena dengan menulis santri akan hidup abadi dan dikenang bermanfaat atau tidak, " Ahmad juga menyampaikan bahwa menulis harus diprioritaskan. “Saya merasa sangat bahagia, pokoknya dengan dunia literasi tulis menulis, saya sangat senang dalam mengisi atau bercengrama dalam menulis. Harapannya begitu sangat besar, mudah-mudahan santri menjadi kreatif dan produktif dengan tulisan yang lebih segar, terutama dengan gagasannya," kata Ahmad, Ahmad juga berharap pemerintah lebih peduli terkait program literasi, karena ini butuh kerjasama dengan berbagai stakeholder. Sementara itu, salah satu peserta kegiatan, Maesaroh, mengungkapkan rasa bahagianya karena telah mengikuti kegiatan ini. "Alhamdulillah saya merasa bahagia bisa mengikuti kegiatan ini. Bisa mengetahui cara menulis cerita pendek yang baik dan benar, tahu bagaimana awal penulisan, belajar tentang SPOK (Subjek, Predikat, Objek, dan Keterangan), saya harap bisa belajar lebih lanjut lagi karena santri bukan hanya belajar kitab kuning saja tetapi kemampuan menulisnya juga ada.” Kata Maesaroh. Untuk diketahui, Yayasan ini memiliki beberapa program unggulan, seperti bidang kebencanaan melalui Fino Badut dan bidang pemberdayaan melalui TBM Awan. Yayasan ini berlokasi di Kampung Nagreg, Desa Siketug, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Serang, Provinsi Banten.
HARLAH KOPRI ke-57 & Sekolah Islam Gender: Gerakan Perempuan di Era Society 5.0
Artikel Selanjutnya

HARLAH KOPRI ke-57 & Sekolah Islam Gender: Gerakan Perempuan di Era Society 5.0

Penulis: Mardiana Akin
Diterbitkan: 30 Januari 2025, 09:28 WIB · Diperbarui: 25 Maret 2026, 01:50 WIB

Berikan Opinimu

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Terkini

Andra Soni Raih Penghargaan Al Khairiyah, Dorong Mengaji Jadi Muatan Lokal

Konten Redaksi Sabtu, 17 Oktober 2026 | 19:41 WIB

Mengapa Kita Beralih dari Radio ke Spotify? Mahasiswa Komunikasi Berbagi Wawasan ke Maba

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Kamis, 15 Oktober 2026 | 12:38 WIB

Menanam Cinta Al-Qur’an Sejak Dini, MIS Ar-Raudhotun Nur Perkuat Program Unggulan Tahfidz

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Rabu, 14 Oktober 2026 | 12:27 WIB

Siswa Kelas V dan VI MIS Ar-Raudhotun Nur Ikuti Survei KBC, Suarakan Pengalaman Belajar di Madrasah

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Rabu, 14 Oktober 2026 | 12:03 WIB

MIS Ar-Raudhotun Nur Ikuti Survei Sahabat KBC Batch 1 untuk Evaluasi Kurikulum Berbasis Cinta

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Rabu, 14 Oktober 2026 | 08:51 WIB

Pengabdian Guru PAUD dalam Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

Konten dari Pengguna Opini Sabtu, 10 Oktober 2026 | 12:07 WIB

Mengapa AI di Kampus Tidak Harus Ditakuti, tetapi Harus Dipahami

Konten dari Pengguna Opini Kamis, 8 Oktober 2026 | 12:02 WIB