Ikuti Kami
Sabtu, 28 Februari 2026 ⚡ Versi Web

Keraton Surosowan: Jejak Kemegahan Sejarah Banten

Penulis: Redaksi
Sabtu, 30 November 2024 | 21:38 WIB

SERANG - Keraton Surosowan adalah saksi bisu kejayaan masa lalu Banten. Dibangun pada tahun 1526–1570 di bawah kepemimpinan Sultan Maulana Hasanudin, Sultan pertama Banten, keraton ini menjadi pusat pemerintahan sekaligus simbol kebesaran Kesultanan Banten. Uniknya, pembangunan keraton ini melibatkan Hendrik Lucasz Cardeel, seorang arsitek Belanda yang memeluk Islam dan diberi gelar Pangeran Wiraguna.

Keraton Surosowan berdiri megah di atas lahan seluas 3 hektare yang dikelilingi tembok setinggi 2 meter. Meski kini hanya menyisakan reruntuhan dinding dan pondasi kamar berbentuk persegi, aura kemegahannya tetap terasa. Reruntuhan ini mengisyaratkan besarnya skala keraton yang dulunya penuh aktivitas.

Keistimewaan keraton ini terletak pada desainnya yang memadukan fungsi dan keindahan. Terdapat tiga gerbang besar sebagai pintu masuk utama. Di tengah keraton, berdiri sebuah kolam berisi air berwarna hijau yang dikelilingi ganggang dan lumut, memberi nuansa alami sekaligus sakral. Keraton ini juga terkenal dengan area petirtaan atau pemandian, salah satunya adalah Bale Kembang Rara Denok, sebuah kolam taman berbentuk persegi empat dengan dimensi 30 meter x 13 meter dan kedalaman 4,5 meter. Kolam ini dulunya menjadi tempat bersantai para bangsawan. Tak kalah menarik, terdapat "Pancuran Mas," sebuah pancuran pemandian yang menambah daya tarik keraton.

Sumber air untuk keraton ini berasal dari dua titik penting, yaitu sumur di dalam kompleks keraton dan Danau Tasikardi yang berjarak sekitar 2 kilometer. Danau Tasikardi sendiri merupakan danau buatan yang menjadi bagian dari sistem pengairan canggih pada masanya.

Keraton Surosowan bukan sekadar bangunan, melainkan cerminan dari kebesaran, keindahan, dan keahlian arsitektur yang melintasi zaman. Kini, meski hanya tersisa puing-puing, ia tetap menjadi destinasi yang memikat hati wisatawan dan pecinta sejarah. Jejak kejayaannya masih hidup, membawa kita menyusuri pesona masa lampau Banten.(*)

(red)

Penulis: Redaksi
Sabtu, 30 November 2024 | 21:38 WIB

Tags

Mode AMP — versi ringan & cepat
Versi Lengkap

Terkini

Keraton Surosowan: Jejak Kemegahan Sejarah Banten

Sabtu, 30 November 2024 | 21:38 WIB

10 Buku yang Wajib Anak-Anak Baca

Senin, 29 Januari 2024 | 15:28 WIB

Tsunami yang Diakibatkan oleh Letusan Krakatau

Sabtu, 27 Januari 2024 | 16:34 WIB

Gunung Krakatau dalam Seni dan Budaya Populer

Sabtu, 27 Januari 2024 | 15:39 WIB

Menguak Masyarakat Suku Banten Terkait Krakatau

Sabtu, 27 Januari 2024 | 15:11 WIB

6 Cerita Mistis Seputar Gunung Krakatau

Sabtu, 27 Januari 2024 | 14:44 WIB
↑ Kembali ke atas