Rabu, 21 Oktober 2026

Keraton Surosowan: Jejak Kemegahan Sejarah Banten

BAGIKAN:
Keraton Surosowan: Jejak Kemegahan Sejarah Banten
0
Keraton Surosowan: Jejak Kemegahan Sejarah Banten

SERANG - Keraton Surosowan adalah saksi bisu kejayaan masa lalu Banten. Dibangun pada tahun 1526–1570 di bawah kepemimpinan Sultan Maulana Hasanudin, Sultan pertama Banten, keraton ini menjadi pusat pemerintahan sekaligus simbol kebesaran Kesultanan Banten.

Uniknya, pembangunan keraton ini melibatkan Hendrik Lucasz Cardeel, seorang arsitek Belanda yang memeluk Islam dan diberi gelar Pangeran Wiraguna.

Keraton Surosowan berdiri megah di atas lahan seluas 3 hektare yang dikelilingi tembok setinggi 2 meter. Meski kini hanya menyisakan reruntuhan dinding dan pondasi kamar berbentuk persegi, aura kemegahannya tetap terasa.

Reruntuhan ini mengisyaratkan besarnya skala keraton yang dulunya penuh aktivitas.

Keistimewaan keraton ini terletak pada desainnya yang memadukan fungsi dan keindahan. Terdapat tiga gerbang besar sebagai pintu masuk utama.

Di tengah keraton, berdiri sebuah kolam berisi air berwarna hijau yang dikelilingi ganggang dan lumut, memberi nuansa alami sekaligus sakral. Keraton ini juga terkenal dengan area petirtaan atau pemandian, salah satunya adalah Bale Kembang Rara Denok, sebuah kolam taman berbentuk persegi empat dengan dimensi 30 meter x 13 meter dan kedalaman 4,5 meter.

Kolam ini dulunya menjadi tempat bersantai para bangsawan.

Tak kalah menarik, terdapat "Pancuran Mas," sebuah pancuran pemandian yang menambah daya tarik keraton.

Sumber air untuk keraton ini berasal dari dua titik penting, yaitu sumur di dalam kompleks keraton dan Danau Tasikardi yang berjarak sekitar 2 kilometer. Danau Tasikardi sendiri merupakan danau buatan yang menjadi bagian dari sistem pengairan canggih pada masanya.

Keraton Surosowan bukan sekadar bangunan, melainkan cerminan dari kebesaran, keindahan, dan keahlian arsitektur yang melintasi zaman. Kini, meski hanya tersisa puing-puing, ia tetap menjadi destinasi yang memikat hati wisatawan dan pecinta sejarah. Jejak kejayaannya masih hidup, membawa kita menyusuri pesona masa lampau Banten.(*)

(red)

Rekomendasi Tempat Nongkrong Asyik di Kota Tangerang untuk Akhir Pekan
Artikel Selanjutnya

Rekomendasi Tempat Nongkrong Asyik di Kota Tangerang untuk Akhir Pekan

Penulis: Redaksi
Diterbitkan: 30 November 2024, 21:38 WIB · Diperbarui: 25 Maret 2026, 01:46 WIB

Berikan Opinimu

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Terkini

Mengapa AI di Kampus Tidak Harus Ditakuti, tetapi Harus Dipahami

Konten dari Pengguna Opini Kamis, 8 Oktober 2026 | 12:02 WIB

Quizizz Mission: Inovasi Ulangan Harian Berbasis Stimulus untuk Mendukung Pembelajaran Berkualitas di Kelas X MPLB

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Sabtu, 26 September 2026 | 02:13 WIB

Mahasiswa KKN-T UNIMUS Dorong Tertib Adminduk melalui Sosialisasi dan Aktivasi Si D’nOK di Tlogosari Wetan

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Jumat, 25 September 2026 | 12:53 WIB

ILHAM 7S: Kreator Gaming Indonesia dengan Perjalanan Konsisten Membangun Komunitas Digital

Konten dari Pengguna Cerita Kamis, 24 September 2026 | 08:46 WIB

Mahasiswa Teknik Elektro UNPAM Terapkan Teknologi Penerangan Jalan Umum Berbasis Energi Surya

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Selasa, 22 September 2026 | 07:08 WIB

KKN Tematik Wasesa Unimus Dampingi 676 Warga Kalicari Manfaatkan Layanan Administrasi Kependudukan Digital

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Sabtu, 19 September 2026 | 09:49 WIB

Sampah Serang Raya Siap Jadi Energi, PSEL Dibangun di Cilowong

Konten Redaksi Selasa, 8 September 2026 | 08:04 WIB

Film Langkah Kecil Menuju Pulih Nembus 5.000 Penonton

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Minggu, 23 Agustus 2026 | 16:25 WIB

Dari Sampah Jadi BBM, Warga Sidorekso Kudus Bikin Inovasi Tak Biasa

Konten Redaksi Jumat, 14 Agustus 2026 | 18:07 WIB

Siswa SMALB Tunarungu Jakarta Barat Masuk Kontingen Kwarda DKI di Jambore Nasional XII

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Rabu, 12 Agustus 2026 | 14:16 WIB

Mengapa PLTN Tidak Semenakutkan yang Dibayangkan: Menengok Masa Depan Energi Bersih

Konten dari Pengguna Opini Jumat, 17 Juli 2026 | 14:55 WIB