Jumat, 2 Oktober 2026

Sosialisasi Gizi dan Penanganan Stunting di Serang, Upaya Dinkes Banten Ciptakan Generasi Sehat

BAGIKAN:
Sosialisasi Gizi dan Penanganan Stunting di Serang, Upaya Di...
0
Sosialisasi Gizi dan Penanganan Stunting di Serang, Upaya Dinkes Banten Ciptakan Generasi Sehat

"Makanan sehat adalah makanan yang tidak melalui ultra-proses, yang kami sebut sebagai real foods, yaitu makanan alami seperti sayuran, buah, dan umbi-umbian. Makanan ini lebih sehat karena bebas dari bahan tambahan yang sulit dicerna oleh tubuh bayi," ujar dr.

Noviyanti.

Ia juga menyoroti kebiasaan masyarakat yang memilih makanan kemasan demi kepraktisan, padahal jenis makanan ini sering kali kurang memenuhi kebutuhan gizi anak dan bisa berdampak buruk pada sistem pencernaan. "Makanan kemasan yang tinggi bahan pengawet atau gula tambahan dapat mengganggu perkembangan anak," tambahnya.

Selain itu, dr. Noviyanti memberikan edukasi mengenai variasi karbohidrat yang bisa dikonsumsi selain nasi.

Menurutnya, sumber karbohidrat tak hanya berasal dari nasi, tetapi juga kentang, ubi, dan umbi-umbian lain. Dengan mengonsumsi berbagai sumber karbohidrat secara bergantian, sistem pencernaan anak akan lebih terlatih dan tubuh dapat menyerap gizi dengan optimal.

"Banyak orang hanya mengandalkan nasi sebagai sumber karbohidrat. Padahal, variasi karbohidrat seperti kentang dan umbi-umbian juga baik dan perlu dikonsumsi secara bergantian untuk mendukung kesehatan usus dan tumbuh kembang anak," jelas dr.

Noviyanti.

Sosialisasi ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih baik kepada masyarakat, terutama di Kabupaten Serang, agar lebih memperhatikan pola makan dan asupan gizi anak-anak. Dinas Kesehatan Provinsi Banten berkomitmen untuk terus menggelar program edukasi serupa di berbagai wilayah sebagai bagian dari langkah konkret pemerintah menuju Banten bebas stunting dan generasi yang sehat. (adv)

Pewarta: Mardiana

Pj Bupati Tangerang Dukung Pertanian Hidroponik Kelompok Wanita Tani
Artikel Selanjutnya

Pj Bupati Tangerang Dukung Pertanian Hidroponik Kelompok Wanita Tani

Penulis: Redaksi
Diterbitkan: 1 November 2024, 15:28 WIB · Diperbarui: 9 September 2026, 12:06 WIB

Berikan Opinimu

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Terkini

Rupiah Anjlok per Hari Ini, Dolar AS Makin Perkasa

Konten Redaksi Senin, 28 September 2026 | 16:42 WIB

Dimyati: Banten Punya Modal Kuat Jadi Pusat Industri Halal

Konten Redaksi Jumat, 25 September 2026 | 16:34 WIB

Polda Banten Hentikan Penyidikan Perkara Cheongfuli dan Citra Baru Steel

Konten Redaksi Jumat, 25 September 2026 | 16:31 WIB

Polda Banten Gandeng PT Gyokai, 175 Alumni Poliran Sudah Masuk Dunia Kerja

Konten Redaksi Rabu, 23 September 2026 | 20:30 WIB

51 Wartawan Banten Dinyatakan Kompeten, UKW PWI Angkatan ke-28 Resmi Ditutup

Konten Redaksi Rabu, 23 September 2026 | 19:53 WIB

Setelah 16 Hari, Identitas Surakman Korban KM Arupadhatu 1 Akhirnya Terungkap

Konten Redaksi Rabu, 23 September 2026 | 18:13 WIB