"Makanan sehat adalah makanan yang tidak melalui ultra-proses, yang kami sebut sebagai real foods, yaitu makanan alami seperti sayuran, buah, dan umbi-umbian. Makanan ini lebih sehat karena bebas dari bahan tambahan yang sulit dicerna oleh tubuh bayi," ujar dr.
Noviyanti.
Ia juga menyoroti kebiasaan masyarakat yang memilih makanan kemasan demi kepraktisan, padahal jenis makanan ini sering kali kurang memenuhi kebutuhan gizi anak dan bisa berdampak buruk pada sistem pencernaan. "Makanan kemasan yang tinggi bahan pengawet atau gula tambahan dapat mengganggu perkembangan anak," tambahnya.
Selain itu, dr. Noviyanti memberikan edukasi mengenai variasi karbohidrat yang bisa dikonsumsi selain nasi.
Menurutnya, sumber karbohidrat tak hanya berasal dari nasi, tetapi juga kentang, ubi, dan umbi-umbian lain. Dengan mengonsumsi berbagai sumber karbohidrat secara bergantian, sistem pencernaan anak akan lebih terlatih dan tubuh dapat menyerap gizi dengan optimal.
"Banyak orang hanya mengandalkan nasi sebagai sumber karbohidrat. Padahal, variasi karbohidrat seperti kentang dan umbi-umbian juga baik dan perlu dikonsumsi secara bergantian untuk mendukung kesehatan usus dan tumbuh kembang anak," jelas dr.
Noviyanti.
Sosialisasi ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih baik kepada masyarakat, terutama di Kabupaten Serang, agar lebih memperhatikan pola makan dan asupan gizi anak-anak. Dinas Kesehatan Provinsi Banten berkomitmen untuk terus menggelar program edukasi serupa di berbagai wilayah sebagai bagian dari langkah konkret pemerintah menuju Banten bebas stunting dan generasi yang sehat. (adv)
Pewarta: Mardiana