Jumat, 2 Oktober 2026

Sosialisasi Gizi dan Penanganan Stunting di Serang, Upaya Dinkes Banten Ciptakan Generasi Sehat

BAGIKAN:
Sosialisasi Gizi dan Penanganan Stunting di Serang, Upaya Di...
0
Sosialisasi Gizi dan Penanganan Stunting di Serang, Upaya Dinkes Banten Ciptakan Generasi Sehat

SERANG - Dinas Kesehatan Provinsi Banten menggelar sosialisasi program gizi dan penanganan stunting di Kampung Pagupon Lebak, Desa Leuwi Limus, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, pada Rabu, 30 Oktober 2024. Puluhan warga hadir dengan antusias untuk mendapatkan pemahaman mendalam tentang pentingnya gizi dan cara penanggulangan stunting, bertujuan meningkatkan kesadaran akan gizi seimbang guna menciptakan generasi sehat, kuat, dan siap menghadapi masa depan.

Anggota Komisi V DPRD Provinsi Banten, Hery, yang turut hadir, menyampaikan apresiasinya terhadap program ini. Menurut Hery, edukasi langsung kepada masyarakat sangat penting, mengingat masih banyak warga yang kurang memahami dampak stunting terhadap pertumbuhan anak.

Ia menyebut sosialisasi ini sebagai langkah awal bagi pemerintah dalam upaya menekan angka stunting di Banten, yang masih menjadi perhatian serius dalam bidang kesehatan.

"Program ini sangat positif dan harus terus diperluas. Di lapangan, masih banyak yang belum mengerti apa itu stunting dan dampaknya. Edukasi seperti ini bisa menjadi langkah awal untuk memberikan pemahaman yang benar," kata Hery.

Ia juga mengajak warga untuk serius mengikuti informasi penting yang disampaikan oleh para ahli gizi dan stunting yang hadir.

Hery menambahkan, pemahaman yang baik tentang gizi dan cara mencegah stunting dapat membawa perubahan signifikan bagi kehidupan sehari-hari masyarakat. "Saya harap para peserta menyimak dengan baik dan menerapkan informasi ini dalam kehidupan sehari-hari, sehingga angka stunting bisa menurun, menciptakan generasi yang sehat dan kuat," lanjutnya.

Dalam acara ini, dr. Siti Noviyanti dari Puskesmas Cikande memberikan materi tentang perubahan pola makan sebagai salah satu pemicu masalah gizi.

Ia menjelaskan bahwa masyarakat saat ini lebih sering mengonsumsi makanan kemasan dan ultra-proses daripada makanan asli. Kondisi ini berdampak negatif terhadap perkembangan anak, terutama bagi bayi dan balita yang memerlukan asupan gizi seimbang.

Pj Bupati Tangerang Dukung Pertanian Hidroponik Kelompok Wanita Tani
Artikel Selanjutnya

Pj Bupati Tangerang Dukung Pertanian Hidroponik Kelompok Wanita Tani

Penulis: Redaksi
Diterbitkan: 1 November 2024, 15:28 WIB · Diperbarui: 9 September 2026, 12:06 WIB

Berikan Opinimu

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Terkini

Andra Soni Sambut Suyudi Ario Seto Jadi Kapolri: Sosok Tegas yang Humanis

Konten Redaksi Kamis, 1 Oktober 2026 | 19:36 WIB

FASI XIII di Banten, Dimyati Tekankan Peran Masjid Bentuk Generasi Qurani

Konten Redaksi Kamis, 1 Oktober 2026 | 11:19 WIB

Dibangun Swadaya Warga, Jembatan Leuwi Kukuk Kini Resmi Digunakan

Konten Redaksi Kamis, 1 Oktober 2026 | 11:01 WIB

Tinjau Sekolah Rakyat di Lebak, Andra Soni Dorong Siswa Kejar Cita-cita

Konten Redaksi Rabu, 30 September 2026 | 21:10 WIB

DPRD Setujui APBD Perubahan 2026, Andra Soni Fokus Kejar Target RPJMD

Konten Redaksi Rabu, 30 September 2026 | 15:09 WIB

Perkuat Roda Pemerintahan, Pemprov Banten Lantik 21 ASN

Konten Redaksi Rabu, 30 September 2026 | 15:07 WIB