SERANG - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banten secara konsisten melaksanakan program penyuluhan kesehatan oleh Tim PROMKES RSUD Banten yang melibatkan berbagai pihak, termasuk Tim KOMITE PPI ( Pencegahan dan Pengendalian Infeksi), dokter umum, Dokter Gigi serta instalasi gizi rumah sakit. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pencegahan dan pengendalian infeksi di Rumah Sakit dan pentingnya nutrisi yang baik dalam menjaga kesehatan.

Masyarakat yang datang ke rumah sakit umumnya memiliki potensi untuk terpapar penyakit, sehingga penting bagi mereka untuk memahami gejala penyakit yang mungkin mereka bawa atau temui, serta cara pencegahan penularan juga menjaga nutrisi yang baik. Kesadaran ini dapat membantu masyarakat lebih waspada terhadap kondisi kesehatan diri sendiri dan orang-orang di sekitarnya.
Misalnya, pasien yang datang ke rumah sakit dengan gejala penyakit menular seperti Monkeypox, penyakit yang saat ini sedang viral. Dalam sosialisasi yang diadakan, pihak rumah sakit berupaya memberikan pemahaman mengenai bagaimana penyakit seperti ini dapat dicegah.
Para dokter turut menjelaskan langkah-langkah pencegahan serta pentingnya menjaga pola makan dan gizi seimbang untuk memperkuat daya tahan tubuh.
Menurut Ns. Ojat Sudrajat, S.Kep, IPCN dari KOMITE Pencegahan dan Pengendalian Infeksi penyuluhan ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat agar dapat menghindari penyakit menular, seperti Monkeypox, yang penyebarannya terjadi melalui transmisi udara dan kontak langsung.
"Kami dari PPI merasa penting untuk menyampaikan kepada masyarakat langkah-langkah pencegahan yang bisa dilakukan. Penyakit Monkeypox menyebar lewat udara dan kontak fisik, sehingga sangat penting untuk mengambil tindakan pencegahan," ungkapnya.
Lebih lanjut, Ns. Ojat juga menekankan pentingnya bagi pengunjung dan pasien rumah sakit untuk mematuhi protokol kesehatan.
"Kami sangat menghimbau kepada pengunjung dan pasien untuk rutin mencuci tangan dan menggunakan alat pelindung diri (APD) seperti masker. Saat berada di rumah sakit, kita sering berinteraksi secara langsung, sehingga langkah-langkah pencegahan seperti ini sangat diperlukan untuk memutus mata rantai penularan."