Daftar isi [Tampilkan]
2. Gerakan Bibir
Gerakan bibir sangat mirip dengan vokalisasi. Bedanya adalah jika vokalisasi mengeluarkan suara, maka pada gerakan bibir hanya ada gerakan saja tanpa disertai suara.
Karena alat berbicara yang digunakan pada dasarnya sama yakni menggunakan bibir dan lidah Anda, dapat dipastikan kecepatan membaca dengan cara ini juga setara dengan kecepatan berbicara.
Coba Anda amati orang-orang di sekitar Anda, apakah ada yang membaca tapi bibirnya terus-menerus bergerak seperti melafalkan sesuatu? Perhatikan pula apakah diri Anda melakukan hal yang sama.
Jika ya, itulah yang dinamakan gerakan bibir. Kebiasaan ini muncul sama seperti vokalisasi yakni ketika kita mulai belajar mem- baca dan terbawa sampai sekarang.
Bedanya kalau dulu harus dilafalkan keras-keras, sekarang cukup dengan gerakan bibir tanpa bersuara.
3. Gerakan Kepala
Kebiasaan berikut ini relatif lebih ringan dari kedua ke biasaan yang pertama. Kebiasaan buruk berikutnya ada- lah menggerakkan kepala dari arah kiri secara teratur perlahan-lahan bergerak ke kanan mengikuti alur bahan bacaan.
Gerakan kepala ini sering kali dilakukan ber- samaan dengan pola gerakan mata dengan alur yang mirip.
Gerakan kepala dalam membaca akan mengurangi kecepatan baca karena Anda membutuhkan waktu tertentu untuk melakukannya. Sebenarnya tanpa menggerakkan kepala seperti itu, bahan bacaan sudah dapat terlihat dan terbaca.
Namun dengan gerakan kepala biasanya seseorang ingin memastikan bahwa apa yang dibaca sebelumnya telah lewat, dan gerakan tersebut mengindi- kasikan proses perpindahan ke bahan bacaan berikutnya.