Senin, 7 September 2026

Penurunan Signifikan Kasus Diabetes di Kabupaten Lebak: Tidak Ada Kasus Baru pada Anak-Anak di Tahun 2024

BAGIKAN:
Penurunan Signifikan Kasus Diabetes di Kabupaten Lebak: Tida...
0
Penurunan Signifikan Kasus Diabetes di Kabupaten Lebak: Tidak Ada Kasus Baru pada Anak-Anak di Tahun 2024

LEBAK - Kabupaten Lebak, yang terkenal dengan keindahan alamnya, kini memiliki alasan lain untuk merayakan. Menurut data terbaru dari Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak, jumlah kasus diabetes di daerah ini menunjukkan penurunan yang signifikan.

Dalam empat bulan pertama tahun 2024, hanya terdapat 3.623 kasus diabetes yang dilaporkan, sebuah penurunan yang cukup besar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Budhi Mulyanto, Plt Kepala Dinas Kesehatan Lebak, mengungkapkan bahwa pada tahun 2022 terdapat 14.839 kasus diabetes, yang kemudian mengalami penurunan menjadi 13.226 kasus pada tahun 2023.

Yang lebih menggembirakan lagi, belum ada kasus diabetes baru pada anak-anak yang dilaporkan tahun ini. Ini adalah kabar baik bagi generasi muda Lebak, yang merupakan masa depan daerah ini.

Namun, meski ada penurunan kasus, diabetes tetap menjadi masalah kesehatan yang serius. Diabetes tipe 1 dan tipe 2 adalah dua jenis utama penyakit ini, dengan diabetes tipe 2 menjadi yang paling umum.

Diabetes tipe 1 disebabkan oleh disfungsi pankreas dalam memproduksi insulin, sementara diabetes tipe 2 terjadi ketika tubuh resisten terhadap insulin.

Kedua kondisi ini dapat menyebabkan peningkatan kadar gula darah, yang dapat berdampak buruk pada kesehatan jangka panjang.

Untuk mencegah dan mengobati diabetes tipe 2, Budhi menekankan pentingnya gaya hidup sehat. Ini termasuk pola makan yang seimbang, aktivitas fisik yang cukup, dan penggunaan obat atau insulin jika diperlukan.

Dia juga menyarankan pasien diabetes untuk menjalani pemeriksaan kesehatan secara rutin dan mengontrol kadar gula darah mereka.

Dengan upaya bersama, kita bisa berharap untuk melihat penurunan lebih lanjut dalam kasus diabetes di Kabupaten Lebak.

(red)

Kota Tangerang Tingkatkan Kewaspadaan DBD: Langkah Preventif dan Aplikasi Perisai Jadi Kunci Utama
Artikel Selanjutnya

Kota Tangerang Tingkatkan Kewaspadaan DBD: Langkah Preventif dan Aplikasi Perisai Jadi Kunci Utama

Penulis: Redaksi
Diterbitkan: 29 Mei 2024, 16:39 WIB · Diperbarui: 25 Maret 2026, 01:50 WIB

Berikan Opinimu

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Terkini

Gunung Anak Krakatau Meningkat, Disdik Lebak Terapkan Pembelajaran Dari Rumah

Konten Redaksi Minggu, 6 September 2026 | 22:22 WIB

Waspada! Abu Anak Krakatau Ancam Kesehatan

Konten Redaksi Minggu, 6 September 2026 | 17:06 WIB

Ajak Hidup Sehat, Lapas Bandanaira Gelar Senam Bareng Peserta Magang dan Warga Binaan

Konten dari Pengguna Siaran Pers Jumat, 4 September 2026 | 07:53 WIB

Literasi bukan hanya soal membaca : Ketika masyarakat kehilangan kemampuan memahami

Konten dari Pengguna Opini Selasa, 1 September 2026 | 13:38 WIB

Alzan Subhan Ungkap Bahaya Salep Obat Keras yang Dijual Bebas Tanpa Resep Dokter

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:23 WIB

Semarak HUT RI ke-81 RI, Lapas Bandanaira Ikuti Lomba Gerak Jalan Cepat

Konten dari Pengguna Siaran Pers Sabtu, 15 Agustus 2026 | 10:39 WIB

Lapas Bandanaira Gelar Senam Bersama, Wujud Kebersamaan di Lingkungan Pemasyarakatan

Konten dari Pengguna Siaran Pers Jumat, 14 Agustus 2026 | 07:53 WIB

Alzan Subhan: Jadilah Konsumen Cerdas Sebelum Memakai Produk Perawatan Kulit

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Selasa, 11 Agustus 2026 | 14:25 WIB