“Dorong pengembangan industri halal, tarik investasi dengan promosikan potensi wilayah, serta pastikan infrastruktur logistik dan distribusi memadai,” tegasnya.
Sebagai arahan terakhir, Wapres meminta pemerintah daerah untuk mendorong peningkatan literasi masyarakat tentang ekonomi dan keuangan syariah.
“Bangun kolaborasi guna meningkatkan penelitian dan pengembangan di sektor-sektor unggulan ekonomi syariah,” pungkasnya.
Plt. Direktur KNEKS Taufik Hidayat melaporkan bahwa Anugerah Adinata Syariah 2024 mengusung 10 kategori, sama seperti tahun sebelumnya.
"Setiap sektor kategori memiliki dimensi indikator penilaian yang beragam dan dilihat dari aspek regulasi maupun realisasi dan juga organisasi jumlah program maupun dampak program dan sebagainya," urai Taufik.
Pemenang pertama Adinata Syariah tahun ini adalah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Aceh untuk kategori keuangan syariah; Pemprov Sumatera Barat untuk kategori industri halal; Pemprov Jawa Barat untuk kategori keuangan sosial syariah; Pemprov Jawa Timur untuk kategori keuangan mikro syariah; Pemprov Jawa Barat untuk kategori pendidikan ekonomi syariah dan pemberdayaan ekonomi pesantren; Pemprov DKI Jakarta untuk kategori sektor ekonomi hijau dan keberlanjutan; Pemprov Sumatera Barat untuk kategori kelembagaan yang difokuskan pada pengembangan ekonomi syariah; Pemprov Sulawesi Selatan untuk kategori zona KHAS atau zona kuliner halal, aman, dan sehat; Pemprov Daerah Istimewa Yogyakarta untuk kategori program inkubasi usaha syariah, dan Pemprov Sumatera Barat untuk kategori program inovasi pada sektor ekonomi syariah.
Dalam acara tersebut, Wapres memberikan penghargaan kepada Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah sebagai perwakilan Pemerintah Daerah Sumatera Barat yang menjadi Juara Umum Adinata Syariah Tahun 2024.
Turut hadir dalam acara ini adalah Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari, dan Anggota Dewan Komisioner LPS Didik Madiyono. Wapres didampingi oleh Kepala Sekretariat Wapres Ahmad Erani Yustika, Plt.