Selasa, 6 Oktober 2026

Kopi, Nadi Kehidupan Petani di Kaki Gunung Karang

BAGIKAN:
Kopi, Nadi Kehidupan Petani di Kaki Gunung Karang
0
Kopi, Nadi Kehidupan Petani di Kaki Gunung Karang

Hingga saat ini, bapak satu anak itu masih konsisten bersama kopi. Kami diajak berkeliling melihat penyemaian kopi miliknya.

Di tempat inilah Apan bersama Kelompok Tani Sanghyang Payung berjuang melestarikan kopi. Sambil mengenalkan jenis-jenis tanaman kopi yang mereka tanam, mulai dari Liberika, Robusta hingga Arabika dan lainnya, dia tunjukkan satu persatu kepada kami.

Kopi, Nadi Kehidupan Petani di Kaki Gunung Karang
Tempat Penyemaian Bibit Kopi Pilihan milik kelompok Tani Sahyang Payung. Foto: (Mardiana Akin)

Kelompok Petani ini bukan hanya menanam dan merawat kebun kopi. Jauh lebih dari itu, Kelompok Tani Sanghyang Payung dan Kelompok Tani Lawang Taji yang tergabung dalam Lembaga Ekonomi Masyarakat (LEM) Tri Sanghyang telah membuat hutan lestari dan menciptakan ekosistem pertanian dan ekonomi yang inovatif juga solutif dalam memecah persoalan para petani kopi.

"Dulu kami belum mengerti bagaimana menikmati kopi seperti saat ini. Bukan pasar yang merusak harga, tapi kita sendiri yang gak ngerti mengolah kopi," ujar Apan sambil memperlihatkan bibit-bibit kopinya yang siap tanam.

Mengurai polemik petani bukanlah hal yang mudah. Menurut Apan, harga kopi terjun bebas akibat petani yang kurang paham bagaimana memilih dan memilah biji kopi yang bernilai tinggi.

Namun, sejak adanya program LEM hasil kolaborasi Dinas Pertanian Provinsi dan Bank Indonesia Perwakilan Banten, para petani kopi di Kaki Gunung Karang semakin mengerti bagaimana meningkatkan produktivitasnya.

Berbagai pelatihan mulai dari penyemaian, penanaman, perawatan, pemanenan, penjemuran, penyortiran, pengolahan hingga penyajian dilakukan dengan berbagai inovasi dan sinergi antargenerasi dan instansi.

Kopi, Nadi Kehidupan Petani di Kaki Gunung Karang
Bibit Kopi Siap Tanam hasil budidaya Kelompoktani Sanghyang Payung. foto : DBN (Mardiana)

"Kita merawat kopi dengan sangat teliti, bahkan pohon kopi kita ada yang mencapai 10 meter. Itu khusus untuk pembibitan, pohon yang tidak produktif kita tebang dan digantikan dengan tunas yang baru lalu kita stek supaya kembali produktif," kata Apan.

Mau Belajar Nulis? Inilah Modal Penulis Hebat yang Harus Kamu Miliki
Artikel Selanjutnya

Mau Belajar Nulis? Inilah Modal Penulis Hebat yang Harus Kamu Miliki

Penulis: Mardiana Akin
Diterbitkan: 15 Mei 2024, 08:45 WIB · Diperbarui: 25 Maret 2026, 01:50 WIB

Berikan Opinimu

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Terkini

Insan Faisal Ibrahim dan Semangat Menggerakkan Dunia Pendidikan

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Jumat, 3 Juli 2026 | 14:04 WIB

Viral Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI 2026: Ketika Integritas Dewan Juri Dipertanyakan Publik

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Selasa, 12 Mei 2026 | 08:28 WIB

Dapur MBG di Lapas dan Rutan Jadi Langkah Baru Pembinaan Warga Binaan

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Minggu, 10 Mei 2026 | 09:06 WIB

Langkah Kecil Menuju Mimpi Besar, Siswi MIS Ar Raudhotun Nur Tekuni Bahasa Jepang

Konten dari Pengguna Cerita Jumat, 24 April 2026 | 18:16 WIB

Kisah Yosua Ray, Pelajar SMAN 5 Cirebon yang Sukses Jadi Juara Konten Kreator Meski Bermodal HP Sederhana

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Selasa, 14 April 2026 | 10:37 WIB

Perjalanan Inspiratif Amelia Soleha: Dari Santri hingga Jadi Akademisi Muda Berprestasi

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Jumat, 3 April 2026 | 16:15 WIB

Rising Star Gabriell Elvareta Represents Indonesia in Kuala Lumpur Cultural Showcase

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Selasa, 31 Maret 2026 | 20:20 WIB

Siswa SMAN 2 Kuningan Tembus Nasional, Muhammad Khoidir Padlan Ismaya Raih Juara 2 Cipta Puisi

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Senin, 30 Maret 2026 | 07:36 WIB

Nayla Agista Anggraeny: Sosok Inspiratif di Dunia Konten, Modeling, dan Public Figure

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Minggu, 29 Maret 2026 | 21:28 WIB