Dalam konteks kepemimpinan, wirausaha tidak identik dengan kegiatan ekonomi yang mendatangkan keuntungan, tetapi yang digunakan oleh seorang kepala sekolah adalah jiwa dan semangat yang tinggi dan nilai-nilai seperti kreativitas, inovasi, kerja keras, etos kerja positif, pantang menyerah dan pandai membangun jaringan.
Sekolah pada dasarnya boleh saja mendirikan unit usaha seperti koperasi sekolah untuk meningkatkan kesejahteraan guru dan karyawan, karena salah satu ukuran keberhasilan seorang kepala sekolah adalah manakala dapat membawa kesejahteraan guru dan stafnya.
Tujuan pengembangan kewirausahaan bagi kepala sekolah adalah agar kepala sekolah dapat berinovasi, bekerja keras, memiliki motivasi kuat, pantang menyerah dan kreatif dalam mencari solusi terbaik sehingga mampu menjadi contoh bagi warga sekolah. Ada dua jenis karakteristik dimensi kewirausahaan sebagai berikut :
- Kualitas dasar kewirausahaan meliputi kualitas daya pikir, daya hati, dan daya fisik.
- Kualitas Instrumental Kewirausahaan, yakni penguasaan lintas ilmu.
Kenyataan di sekolah menunjukkan bahwa kepala sekolah masih kurang mampu menerapkan kompetensi dalam pengembangan sekolah terkait dengan metode menciptakan inovasi bagi pengembangan sekolah itu sendiri. Dalam kajian teori mengatakan, sekolah akan berkembang apabila kepala sekolah mampu menciptakan inovasi yang berguna bagi sekolah.
Kompetensi kewirausahaan kepala sekolah menjadi dasar pijakan untuk diterapkan di sekolah karena kepala sekolah adalah sebagai ujung tombak untuk memberikan motivasi yang baik untuk memajukan mutu pendidikan serta kreatif dan inovatif serta kerja keras yang dilakukan oleh kepala sekolah, sehingga dapat meningkatkan kualitas baik dari bidang akademik maupun bidang non akademik.