Ikuti Kami
Sabtu, 28 Februari 2026 ⚡ Versi Web

Peran Gunung Krakatau Dalam Ekologi Lokal

Penulis: Redaksi
Sabtu, 27 Januari 2024 | 14:27 WIB

DISTRIKBANTENNEWS.COM - Gunung Krakatau menjadi laboratorium alam bagi para ilmuwan untuk mempelajari proses suksesi ekologi, yaitu perubahan komunitas makhluk hidup yang terjadi secara bertahap di suatu tempat setelah adanya gangguan atau peristiwa alam. Setelah erupsi 1883, pulau-pulau yang tersisa dari Gunung Krakatau, yaitu Rakata, Panjang, dan Sertung, menjadi steril dan tidak berpenghuni. Namun, seiring dengan waktu, berbagai jenis tumbuhan dan hewan mulai bermigrasi dan berkembang biak di sana.

Salah satu pulau yang menarik perhatian adalah Anak Krakatau, yang muncul dari permukaan laut pada tahun 1927 sebagai hasil dari aktivitas vulkanik bawah laut. Anak Krakatau menjadi tempat yang ideal untuk mengamati tahapan suksesi ekologi dari awal. Pada awalnya, pulau ini hanya ditumbuhi oleh lumut, rumput, dan semak-semak yang tahan terhadap kondisi tanah yang kering, panas, dan asam. Kemudian, pohon-pohon yang lebih besar dan berdaun lebar mulai tumbuh dan membentuk hutan. Hewan-hewan yang pertama kali datang ke Anak Krakatau adalah burung-burung, serangga, dan reptil yang dapat terbang atau berenang. Mereka membawa biji-biji tumbuhan dan mikroorganisme yang membantu membentuk tanah. Hewan-hewan lain yang kemudian mengikuti adalah mamalia, seperti tikus, bajing, dan kera.

Suksesi ekologi di Gunung Krakatau menunjukkan bagaimana alam dapat pulih dan beradaptasi setelah mengalami bencana. Gunung Krakatau juga menjadi sumber keanekaragaman hayati yang kaya dan unik. Beberapa spesies tumbuhan dan hewan yang ditemukan di sana tidak ditemukan di tempat lain. Selain itu, Gunung Krakatau juga berperan dalam menjaga keseimbangan iklim dan siklus air di kawasan sekitarnya. Material vulkanik yang dikeluarkan oleh Gunung Krakatau dapat meningkatkan kesuburan tanah dan mempengaruhi sifat kimia dan fisika tanah. Material vulkanik juga dapat memantulkan sinar matahari dan mengurangi suhu global.

Dengan demikian, Gunung Krakatau memiliki peran yang sangat penting dalam ekologi lokal. Meskipun berpotensi menimbulkan bencana, Gunung Krakatau juga memberikan manfaat bagi kehidupan makhluk hidup di sekitarnya. Oleh karena itu, Gunung Krakatau perlu dilestarikan dan dipelajari lebih lanjut untuk memahami dinamika alam dan kehidupan.

*red

Penulis: Redaksi
Sabtu, 27 Januari 2024 | 14:27 WIB
Mode AMP — versi ringan & cepat
Versi Lengkap

Terkini

Keraton Surosowan: Jejak Kemegahan Sejarah Banten

Sabtu, 30 November 2024 | 21:38 WIB

Pengertian dan Contoh Legenda Sunda

Rabu, 8 Mei 2024 | 21:37 WIB

MITOS SUMUR BAHBUL DAN ANGGA RAKSA

Rabu, 8 Mei 2024 | 01:03 WIB

Julukan Provinsi Banten yang Populer

Sabtu, 3 Februari 2024 | 18:18 WIB

Ciri-Ciri Orang yang Sudah Menyatu dengan Khodamnya

Jumat, 2 Februari 2024 | 20:08 WIB

Stasiun Serang: Sejarah dan Fungsi

Jumat, 2 Februari 2024 | 17:18 WIB

3 Mitos Gunung Karang Yang Paling Populer di Banten

Selasa, 30 Januari 2024 | 06:00 WIB

Peran Gunung Krakatau Dalam Ekologi Lokal

Sabtu, 27 Januari 2024 | 14:27 WIB

Mitos dan Legenda seputar Gunung Krakatau

Sabtu, 27 Januari 2024 | 14:12 WIB

Mengungkap Sejarah dan Asal-Usul Gunung Krakatau

Sabtu, 27 Januari 2024 | 14:00 WIB
↑ Kembali ke atas