Selasa, 6 Oktober 2026

Pemprov Banten Fokuskan Pengendalian Pada Komoditas Penyebab Inflasi

BAGIKAN:
Pemprov Banten Fokuskan Pengendalian Pada Komoditas Penyebab...
0
Pemprov Banten Fokuskan Pengendalian Pada Komoditas Penyebab Inflasi

SERANG, DISTRIKBANTENNEWS.COM - Penjabat (Pj) Gubernur Banten Al Muktabar tengah fokus terhadap pengendalian harga komoditas yang secara nasional menjadi penyebab inflasi. Beberapa Komoditas itu yakni beras, bawang merah, bawang putih, cabe merah dan daging ayam ras.

Diketahui beras dan cabai merah berdasarkan analisa Badan Ketahanan Pangan (Bapan) menjadi komoditas penyumbang inflasi tertinggi pada Desember 2023, beras berada pada posisi 0,53 persen dan cabai merah 0,24 persen.

Al Muktabar mengungkapkan, beberapa waktu lalu komoditi di atas sangat berpengaruh terhadap angka inflasi nasional dan daerah.

Namun saat ini kondisinya sudah semakin terkendali meskipun masih memerlukan berbagai upaya.

"Posisinya sekarang masih ada selisih beberapa persen, jauh lebih turun dibandingkan beberapa waktu sebelumnya," kata Al Muktabar seusai menghadiri Rakor Pengendalian Inflasi mingguan di Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Kota Serang secara virtual bersama seluruh Kepala Daerah yang dipimpin oleh Inspektur Jenderal Kemendagri Tomsi Tohir, Senin (15/1/2024).

Al Muktabar menjelaskan terkait dengan pengendalian harga beras dirinya sudah melakukan pemantauan di beberapa titik seperti di Kecamatan Tanara yang sudah mulai melakukan percepatan gerakan masa tanam padi.

"Untuk bibit dan pupuknya juga sudah kita ajukan ke pusat," ujarnya.

Hal yang sama juga dilakukan pada komoditi bawang merah.

Meskipun di beberapa lokasi seperti Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Lebak dan Kabupaten Serang sudah memasuki masa panen bawang merah, tapi masih dibutuhkan tambahan stok untuk memenuhi kebutuhan.

"Kita sudah melakukan kerja sama dengan daerah champion untuk tambahan stok bawang merah seperti dengan Brebes dan Wonosobo," ucapnya.

Sedangkan untuk bawang putih, diakui Al Muktabar masih mengandalkan dari stok impor yang dilakukan oleh Kementerian atau Lembaga terkait.

"Makanya kita secara rutin melakukan evaluasi Mingguan seperti ini, salah satu tujuannya untuk mengevaluasi kondisi di setiap daerah serta persoalan apa saja yang dihadapi, sehingga bisa diintervensi bersama-sama," jelasnya.

Secara umum, lanjut Al Muktabar, kondisi inflasi di Provinsi Banten cukup terkendali.

Secara month-to-month (m-t-m) Kota Serang yang sebelumnya menjadi sorotan karena cukup tinggi, saat ini sudah menurun di kisaran angka 2,11 persen.

"Tinggal Kota Cilegon dan Kota Tangerang. Kota Tangerang ada kenaikan karena faktor harga avtur pesawat di Bandara Soekarno-Hatta yang notabenenya itu merupakan kewenangan pusat," pungkasnya.


(red)

Gerakan Bersama Jaga Lingkungan, Wapres Apresiasi Tanara Clean Up
Artikel Selanjutnya

Gerakan Bersama Jaga Lingkungan, Wapres Apresiasi Tanara Clean Up

Penulis: Redaksi
Diterbitkan: 15 Januari 2024, 15:12 WIB · Diperbarui: 25 Maret 2026, 01:50 WIB

Berikan Opinimu

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Terkini

Mengawal Kampanye di Ruang Digital: Menguji Efektivitas Pengawasan Bawaslu pada Pemilu 2024

Konten dari Pengguna Opini Senin, 5 Oktober 2026 | 05:11 WIB

PDIP Walkout dari Paripurna, PAN Serang Pilih Fokus Kawal APBD 2027

Konten Redaksi Sabtu, 3 Oktober 2026 | 08:25 WIB

Agus Andrianto Masuk 7 Menteri dengan Kinerja Terendah Versi Survei Vox Politica

Konten Redaksi Minggu, 27 September 2026 | 18:50 WIB

Lapas Bandanaira Perkuat Kesiapsiagaan Bencana bersama SAR dan PLN

Konten dari Pengguna Siaran Pers Rabu, 26 Agustus 2026 | 12:38 WIB

Lapas Kelas IIA Serang Tutup Rangkaian Porsenap dengan Senam Bersama

Konten dari Pengguna Siaran Pers Sabtu, 15 Agustus 2026 | 10:12 WIB