Profil Komunitas Literasi Saung Ilmu Marbel
Untuk hasilnya di kumpulkan sebagai uang kas, dan tabungan darurat anggota, atau keperluan sosial lainnya.
5. Literasi Finensial
Gerakan literasi finensial dimulai dengan membentuk Kelompok Wanita Tani (KWT) awalanya kelompok ini diarahkan untuk menanam berbagai jenis tanaman sayur untuk menekan angka belanja keluarga di sebuah lahan milik anggota.
Program ini sukses hingga mampu mengumpulkan rupiah yang mampu membantu perekonomiannya.
Selain itu, kelompok ibu-ibu ini juga mengolah produk pertanian seperti pisang, singkong dan sukun menjadi bahan yang bernilai ekonomis. Kripik yang dihasilkan kini telah tersertifikasi halal, dan sering mengisi pameran-pameran UMKM baik tingkat lokal hingga nasional.
Selain itu program KWT terus bertransformasi dengan kegiatan bunda sejati dan telak memiliki toko Snack.
Relawan Saung Ilmu juga membimbing ibu-ibu utuk bagaimana mengelola dan merencanakan keuangannya dengan baik.
Tidak mau kalah, KSM denga Program Koprasi pertaniannya juga memiliki rencana keuangan yang hebat. Setiap anggotanya memiliki simpanan atau tabungan.
Bukan hanya itu, kelompok bapak-bapak ini juga memiliki peternakan domba yang pesat. Program ini dibentuk guna memenuhi kebutuhan daging Kurban Laz Al-Azhar yang besar setiap tahunnya.