Profile

Profil Komunitas Literasi Saung Ilmu Marbel

Salah satu komunitas literasi yang berada di Kecamatan Sajira tepatnya di Kampung Ciomas, RT 002 Rw 007, Desa Sindangsari, Kabupaten Lebak. Berdiri pada tahun 2016 melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Indonesia (UI) dengan nama Rumah Belajar Marbel (Mari Belajar) yang kemudian semangatnya di teruskan oleh pemuda setempat Hingga saat ini.

Karena aktif di komunitas literasi, banyak kegiatan-kegiatan kolaborasi menambah wawasan dan relasi yang bermanfaat khususnya untuk perkembangan dan kemajuan komunitas Marbel sendiri. Seperti pelatihan soft skil, TOT bagi para relawan, bahkan pernah juga mengikuti kemah wisata Api Literasi pada tahun 2019 di Kecamatan Sobang bersama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Lebak.

Kegiatan-kegiatan yang diikuti semakin menambah wawasan dan relasi sehingga komunitas ini semakin dikenal dan berkembang di kalangan pegiat literasi Banten. Tidak jarang komunitas komunitas literasi baik di kecamatan Sajira dan kabupaten Lebak umumnya, mulai berdatangan dan berkolaborasi mengadakan kegiatan bersama seperti, gelar buku, diskusi dan sebagainya.

Banjir bandang Kali Cilaki pada tahun 2019 yang menerjang kampung Ciomas dan sekitarnya membawa hikmah bagi komunitas ini. Pasalnya semakin banyak lembaga dan komunitas kerelawanan yang bersinergi dengan marbel, didukung oleh kepala desa yang cerdas dan memiliki visi maju, banyak pembangunan melalui aksi sosial yang bermanfaat.

Pada awal tahun 2020 bencana banjir menerjang Kecamatan Sajira yang mengakibatkan akses menuju kecamatan terputus sehingga mengisolasi Desa Sindangsari, akibatnya mobilitas masyarakat menjadi terkendala termasuk akses menuju sekolah.

Namun Mari belajar terus disuarakan bahkan ketika wabah Covid-19 peserta belajar semakin meningkat seiring keresahan masyarakat desa yang anaknya tidak bisa sekolah akibat pandemi. Dengan hati-hati dan gotong royong dari berbagai pihak, semangat literasi masih tetap berjalan.

Hingga Laz Al-azhar berkontribusi besar dalam hal ini. Berawal dari aksi tanggap bencana dengan mengirimkan banyak bantuan sosial. Lembaga ini juga memiliki program lainnya seperti pendidikan, selanjutnya beberapa pemuda kampung Ciomas mendapatkan beawiswa dan pelatihan di Rumah Gemilang Indonesia – Depok.

Di sisi lain selama relawan marbel Diklat, program dan relawan Desa Gemilang berperan mengaktifkan Marbel di sebuah saung kecil di atas embung pengairan sawah yang pernah dibangun MAI Pondation, (CSR Bank Mandiri)

Setelah program Diklat selesai Relawan Marbel kembali dengan semangat dan wawasan yang telah bertumbuh. Hal ini dirasakan dengan semakin bertambahnya Anak-anak yang selalu memenuhi saung ilmu setiap harinya.

Bukan hanya kampung Ciomas, Namun juga Kampung Sumandang, Sangiang, dan Kundur turut ikut belajar bersama. Akibatnya saung kecil itu selalu sesak dan harus bergantian sesuai kelasnya.

Melihat hal itu, karena masih dalam masa social distancing, namun kebutuhan pendidikan harus terus berjalan tidak jarang pihak kesehatan, Babinsa dan babinmas ikut bergotong royong menjaga protokol kesehata dan terus mengingatkan masyarakat yang mengikuti kegiatan belajar di pinggir sawah, dengan ruang terbuka penuh pohon rindang.

Tempat yang dulu kumuh penuh sampah perlahan indah dengan kerja sama semua pihak. SMP 3 Al-Azhar Bintaro berkontribusi dalam membangun tempat ini. Melalui program social partnership dibangunlah saung ilmu yang mampu menampung puluhan orang.

Warga yang merasakan dampak dan manfaat dari kegiatan marbel denga suka rela membantu pembangunan sarana dan prasarana belajar yang diberikan banyak donatur.

Kini anak-anak Marbel bisa belajar dengan nyaman berkat sarana dan prasarana yang terus bertambah. Bukan hanya menjadi markas Komunitas Marbel, bersama Laz Al-Azhar komunitas ini mulai membangun Indonesia Gemilang dari desa yang gemilang. Ada banyak program literasi yang ditawarkan kepada masarakat

1. Literasi baca tulis


Program ini diminati oleh anak-anak yang ingin belajar membaca dan menulis, selain bimbingan dari relawan, di Saung Ilmu menyediakan pojok baca dengan berbagai buku yang menarik.

Kegiatan ini sering berkolaborasi dengan Forum Taman Bacaan Masyarakat (FTBM), Perpustakaan mulai dari desa hingga nasional pernah mengadakan kegiatan di saung ilmu ini.

Bukan hanya itu, Kantor Bahasa Provinsi Banten, dan beberapa Perguruan tinggi negeri dan swasta juga sering meman faatkan tempat ini untuk melaksanakan program kerjanya.

2. Literasi Numerasi
Di saung ilmu ini juga terdapat Beberapa symbol yang sengaja terapkan sebagai media belajar anak dan masyarakat sekitar saung mengenal dan mengerti tentang simbol atau lambang yang sering digunakan di tempat umum lainnya seperti toilet laki-laki dan perempuan. Tempat sampah, hemat air dan listrik, tanda peringatan, atau larangan dan sebagainya.

3. Literasi digital


Saung ilmu memberikan pelatihan kepada siapapun yang berkeinginan untuk bisa menguasi teknologi digital. Ada kelas computer khusus untuk pengunjung berusia 10-20 tahun. Bukan hanya itu Laz Al-Azhar juga menawarkan bagi pemuda usia produktif yang ingin memperdalam pengetahuanya di bidang ini bisa mengikuti khursus geratis di rumah gemilang Indonesia (RGI) yang kampusnya tersebar di beberapa kota besar.

Ada banyak program yang ditawarkan diantaranya : Desaingrafis, Tata busana, Teknik computer dan jaringan, Otomotif, Foto dan videografi, Aplikasi perkantoran
Rekayasa perangkat lunak dan, Tata boga

4. Literasi Budaya dan Kewargaan
Saung ilmu merupakan pusat pengetahuan dan keterampilan, pusat perencanaan program dan pusat musyawarah dan interaksi masyarakat. Bukan hanya Gerakan Komunitas Mari Belajar (Marbel) yang tumbuh, di tempat ini juga turut mengembangkan literasi budaya dan kewargaan ini melalui interaksi dan musyawarah masyarakat sekitar.

Di saung ini juga terdapat komunitas lain Seperti Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) kelompok Wanita Tani (KWT). Yang aktif melestarikan budaya dan tradisi Islam. Seperti haul, maulid nabi, qurban, akikah, dan sebagainya.

Dengan membentuk Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) banyak kegiatan kemasyarakatan yang lestari bersama. KSM rutin mengadakan pengajian bapak-bapak dan ibu-ibu setiap Malam Selasa. Budaya Persatuan (gotong royong) menyadap Karet.

Anggota yang sebagian besar petani karet Ini sepakat setiap hari Selasa. Saling membantu menyadap karet di kebun yang telah ditentukan. Untuk hasilnya di kumpulkan sebagai uang kas, dan tabungan darurat anggota, atau keperluan sosial lainnya.

5. Literasi Finensial
Gerakan literasi finensial dimulai dengan membentuk Kelompok Wanita Tani (KWT) awalanya kelompok ini diarahkan untuk menanam berbagai jenis tanaman sayur untuk menekan angka belanja keluarga di sebuah lahan milik anggota. Program ini sukses hingga mampu mengumpulkan rupiah yang mampu membantu perekonomiannya.

Selain itu, kelompok ibu-ibu ini juga mengolah produk pertanian seperti pisang, singkong dan sukun menjadi bahan yang bernilai ekonomis. Kripik yang dihasilkan kini telah tersertifikasi halal, dan sering mengisi pameran-pameran UMKM baik tingkat lokal hingga nasional. Selain itu program KWT terus bertransformasi dengan kegiatan bunda sejati dan telak memiliki toko Snack.

Relawan Saung Ilmu juga membimbing ibu-ibu utuk bagaimana mengelola dan merencanakan keuangannya dengan baik.

Tidak mau kalah, KSM denga Program Koprasi pertaniannya juga memiliki rencana keuangan yang hebat. Setiap anggotanya memiliki simpanan atau tabungan.

Bukan hanya itu, kelompok bapak-bapak ini juga memiliki peternakan domba yang pesat. Program ini dibentuk guna memenuhi kebutuhan daging Kurban Laz Al-Azhar yang besar setiap tahunnya.

Sedangkan generasi muda yang terhimpun perlahan mampu mandiri dengan membangun perusahaan. Seperti PT. Distrik Banten news yang berfokus pada perusahaan media online. Kelompok Suka Liburan yang bertransformasi menjadi agen travel dan telah melayani banyak perjalanan.

Related Posts

Leave A Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *