"Penjualannya, tentu nanti kita siapkan banyak metode, platfom digital, Plasa Banten, konvensional juga kita siapkan, kolaborasi kerja sama dengan para penggiat kopi. Kopi kita spesifik dan punya nilai tambah tinggi itu akan menjadi keuntungan petani kopi kita," tambahnya.
"Selain kita berikan bibit Kopi ke para petani Kopi, kita juga memberikan pembinaan terhadap desain produknya, juga transaksi menggunakan digital Qris dari Bank Banten," sambungnya.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten Imaduddin Sahabat mengatakan pada pengembangan agrowisata kopi di Kabupaten Pandeglang ini, pihaknya menghadirkan Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) serta para investor bisnis kopi agar kopi khas Banten dikenal lebih luas oleh para investor.
"Di sini kita menghadirkan Badan Musyawarah Perbankan Daerah serta Investor bisnis kopi dengan harapan kopi Banten dapat masuk ke para investor," ungkapnya.
Ditambahkan, pihaknya mendorong agrowisata kopi ini dengan harapan dapat menumbuhkan UMKM serta dapat menjadi pariwisata kopi (Coffee Tourism) dikarenakan dari wilayah Gunung Karang Kabupaten Pandeglang ini penanaman dan pengembangan kopi sudah ada sejak lama sehingga dapat menciptakan destinasi pariwisata yang berbasis kopi.
"Harapan kita para wisatawan dari luar bukan hanya mencari durian banten yang sudah dikenal, tetapi juga mencari kopi khas Banten," tambahnya.
Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten Agus M Tauchid mengungkapkan pada kesempatan ini Provinsi Banten melalui Dinas Pertanian memberikan bantuan sebanyak 5.000 batang bibit kopi kepada Kelompok Tani Kelurahan Juhut.
Selain itu, lanjut Agus pengembangan pariwisata dan komoditas kopi di Provinsi Banten melalui showcase kopi atau Imah Kopi Gunung Karang yang baru saja diresmikan oleh Pj Gubernur Banten merupakan kolaborasi Pemprov Banten bersama Bank Indonesia dengan pengelolaannya oleh Lembaga Ekonomi Masyarakat Tri Sanghyang, Kelurahan Juhut, Kecamatan Karang Tanjung, Kabupaten Pandeglang, sebagai pelaku utama.