"Ditambah kami juga dapat penghargaan Manggala Karya Kencana sehingga dalam sehari saat di Palembang, kami dapat dua pengahrgaan nasional sekaligus. Ini memnandakan Cilegon Bermartabat," ungkap Helldy.
Kepada para guru SD dan SMP, Helldy berpesan agar belajar sejarah Geger Cilegon. Jangan sampai, orang luar justru lebih mengenal Geger Cilegon dibandingkan para pengajar di Cilegon.
"Ingat kata Bung Karno, jangan sekali-kali melupakan sejarah karena Kemerdekaan Indonesia pada 1945, juga ada peran perang Geger Cilegon 1888," ujarnya.
Salah seorang keturunan pejuang Geger Cilegon, Nawawi Sahim, dalam sambutannya mengapresiasi Haul ke-135 Geger Cilegon. Bahkan, sejak 2021, haul tersebut menjadi agenda resmi Pemkot Cilegon.
"Mudah-mudahan haul yang digelar Pemkot Cilegon dan semua pihak yang terlibat, Allah berikan keberkahan buat Kota Cilegon. Peringatan ini simbol, sebagai embrio untuk penyemangat kemerdekaan bangsa Indonesia," katanya.
Selanjutnya haul diisi tawashul yang dipimpin KH Muktillah, tahlil oleh KH Romli Marzuki dan doa KH Mahyar Muhyidin. (*/bhq)