Sabtu, 3 Oktober 2026

Mengapa China Murka atas Kematian Pemimpin Tertinggi Iran?

BAGIKAN:
Mengapa China Murka atas Kematian Pemimpin Tertinggi Iran?
0
Mengapa China Murka atas Kematian Pemimpin Tertinggi Iran?
Pemerintah China mengecam keras serangan yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei, menyebutnya pelanggaran kedaulatan negara. (Dok. Ist)

DISTRIKBANTENNEWS.COM, Banten - Pemerintah China melontarkan kecaman keras atas serangan yang dilaporkan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei. Operasi militer tersebut disebut melibatkan Amerika Serikat dan Israel.

Pernyataan resmi Beijing disampaikan melalui juru bicara Kementerian Luar Negeri Republik Rakyat China. China menilai tindakan militer itu sebagai pelanggaran serius terhadap kedaulatan sebuah negara.

Langkah tersebut juga berpotensi memperburuk situasi keamanan di kawasan Timur Tengah yang sudah sensitif. Beijing menyerukan agar semua pihak segera menghentikan operasi militer yang berpotensi memperbesar konflik.

Penghentian tindakan bersenjata dinilai penting untuk mencegah ketegangan meluas ke negara-negara lain. Pemerintah China mengajak komunitas internasional untuk bersama-sama menjaga stabilitas global.

Seruan ini muncul di tengah kekhawatiran dunia terhadap dampak geopolitik peristiwa tersebut. Ali Khamenei merupakan figur sentral dalam politik Iran selama puluhan tahun terakhir.

Ia menjabat sebagai Pemimpin Tertinggi Iran sejak tahun 1989. Sebelumnya, Khamenei memegang posisi presiden Iran pada periode 1981 hingga 1989.

Laporan yang beredar menyebutkan Khamenei tewas dalam serangan yang terjadi di Teheran. Kabar kematian tokoh penting Iran itu memicu reaksi luas baik di dalam negeri maupun internasional.

Pemerintah Iran menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari sebagai bentuk penghormatan. Selain itu, aktivitas kerja diliburkan selama satu pekan di berbagai sektor pemerintahan.

Rumah Baca Pintar Gelar Ngabuburead ke-12 di Pekalongan, Ajak Anak Isi Ramadan Positif
Artikel Selanjutnya

Rumah Baca Pintar Gelar Ngabuburead ke-12 di Pekalongan, Ajak Anak Isi Ramadan Positif

Penulis: Redaksi
Diterbitkan: 8 Maret 2026, 09:31 WIB · Diperbarui: 25 Maret 2026, 01:46 WIB

Berikan Opinimu

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Terkini

Era Algoritma Jadi Tantangan Pers, Akhmad Munir Soroti Peran Negara

Konten Redaksi Sabtu, 3 Oktober 2026 | 12:52 WIB

Irjen Hengki Jadi Kapolda Jabar, Gantikan Pipit Rismanto

Konten Redaksi Sabtu, 3 Oktober 2026 | 11:43 WIB

Sehari Jadi Kapolri, Suyudi Rotasi 88 Perwira, 19 Kapolda Berganti

Konten Redaksi Sabtu, 3 Oktober 2026 | 04:52 WIB

Dirjenpas Mashudi Mundur Usai Polemik Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong

Konten Redaksi Jumat, 2 Oktober 2026 | 08:10 WIB

BPOM Bongkar Gudang Produk Ilegal di Tangerang, 459 Ribu Produk Diamankan

Konten Redaksi Kamis, 1 Oktober 2026 | 11:27 WIB

Gelar Upacara Hari Kesaktian Pancasila, Lapas Bandanaira Tegaskan Komitmen Menjaga Ideologi Bangsa

Konten dari Pengguna Siaran Pers Kamis, 1 Oktober 2026 | 02:09 WIB

100 Pengemudi Becak di Purwakarta Terima Bantuan Becak Listrik

Konten Redaksi Rabu, 30 September 2026 | 18:08 WIB

Ombudsman dan Pemasyarakatan Maluku Bersinergi Wujudkan Layanan Publik Berkualitas di Ambon

Konten dari Pengguna Siaran Pers Rabu, 30 September 2026 | 06:26 WIB

Asesmen Teknik Non Tes, Lapas Bandanaira Identifikasi Kebutuhan Psikologis Warga Binaan

Konten dari Pengguna Siaran Pers Selasa, 29 September 2026 | 11:43 WIB

‎Dari Mengaji Hingga Thaharah, Lapas Bandanaira dan KUA Banda Bekali Pemahaman Ibadah Warga Binaan

Konten dari Pengguna Siaran Pers Selasa, 29 September 2026 | 03:20 WIB