Sabtu, 26 September 2026

Mahasiswa KKN Tematik UNIGA Kelompok 16 Ajak Siswa MIS AR-RAUDHOTUN NUR Ciptakan Lingkungan Bebas Bullying

BAGIKAN:
Mahasiswa KKN Tematik UNIGA Kelompok 16 Ajak Siswa MIS AR-RA...
0
Mahasiswa KKN Tematik UNIGA Kelompok 16 Ajak Siswa MIS AR-RAUDHOTUN NUR Ciptakan Lingkungan Bebas Bullying

Garut, 11 Agustus 2026   – Kepedulian terhadap terciptanya lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman terus mendapat perhatian dari berbagai pihak. Hal tersebut turut dilakukan oleh Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Garut (UNIGA) Kelompok 16 Desa Pamalayan melalui kunjungannya ke Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) AR-RAUDHOTUN NUR, Desa Pamalayan, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut.

 

Kunjungan tersebut diisi dengan sosialisasi Program Anti Bullying yang ditujukan kepada peserta didik. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kepedulian mahasiswa terhadap generasi bangsa, khususnya dalam menciptakan suasana belajar yang memberikan rasa aman, nyaman, dan terbebas dari berbagai bentuk tindakan perundungan. Mahasiswa mengajak peserta didik untuk memahami bahwa sekolah dan madrasah bukan hanya tempat memperoleh ilmu pengetahuan, tetapi juga ruang untuk membangun pertemanan, karakter, empati, serta sikap saling menghargai.

 

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa yang hadir di antaranya Adi M. Rizki dari Fakultas Teknik (FTEKNIK), Devi Nuraeni dari Fakultas Pendidikan dan Ilmu Keguruan(FPIK), Rosa Desviani Azzahra dari Fakultas Ekonomi (FEKON), dan Nisya Triani dari Fakultas Ekonomi (FEKON). Kehadiran mereka disambut baik oleh pihak madrasah dan menjadi kesempatan bagi peserta didik untuk mendapatkan pemahaman mengenai bentuk-bentuk bullying yang terkadang masih dianggap sebagai bagian dari candaan dalam kehidupan sehari-hari.

 

Menurut mahasiswa, bullying tidak selalu identik dengan tindakan kekerasan secara fisik. Perkataan yang merendahkan, mengejek penampilan, memberikan julukan yang tidak disukai, mempermalukan teman, mengucilkan seseorang dari kelompok, hingga tindakan yang membuat orang lain merasa tidak berharga juga perlu mendapatkan perhatian. Hal-hal tersebut dapat berdampak terhadap kenyamanan peserta didik dalam berinteraksi dan mengikuti kegiatan pembelajaran.

 

Adi M. Rizki menyampaikan bahwa edukasi mengenai bullying perlu diberikan sejak dini. Ia menilai, peserta didik perlu memahami batas antara bercanda dan perilaku yang dapat menyakiti orang lain. Sebab, sesuatu yang dianggap lucu oleh seseorang belum tentu dirasakan sama oleh orang yang menjadi sasaran.  “ Bullying bukan hiburan. Bukan candaan.  Dan bukan sesuatu yang pantas dianggap biasa. Setiap orang berhak dihormati tanpa memandang penampilan, latar belakang, kemampuan, maupun kekurangannya,” ujar Adi.

 

Adi menambahkan, keberanian untuk menghentikan bullying juga perlu ditanamkan kepada peserta didik. Menurutnya, ketika seseorang melihat temannya mendapatkan perlakuan yang tidak semestinya, memilih untuk bersuara bukan berarti mencari masalah. Keberanian tersebut justru menjadi bentuk kepedulian terhadap sesama. “ Berani bersuara bukan berarti mencari masalah. Berani bersuara berarti memilih untuk membela yang benar. Kalau melihat teman diperlakukan tidak baik, kita tidak harus membalas dengan kekerasan. Kita bisa membantu dengan cara yang baik dan menyampaikan kepada guru atau orang dewasa yang dapat memberikan bantuan,”  jelasnya.

 

Pesan tersebut kemudian diperkuat oleh Devi Nuraeni yang menyoroti kebiasaan di kalangan pelajar yang sering kali dianggap sebagai candaan. Salah satunya adalah memanggil teman menggunakan nama orang tua. Menurut Devi, kebiasaan tersebut perlu dilihat dari dampaknya, bukan hanya dari niat orang yang melakukannya. “ Selama ini menyebut teman dengan nama orang tua dianggap sebatas candaan. Padahal, kalau teman yang dipanggil merasa malu, tersinggung, atau tidak nyaman, itu sudah tidak bisa dianggap sebagai candaan biasa. Kita perlu belajar memahami perasaan orang lain dan mengetahui batas dalam bercanda,” ungkap Devi.

KKN Tematik Universitas Garut Kelompok 16 Hadir di MIS Ar-Raudhotun Nur, Kampanyekan Anti-Bullying dan Bangun Cinta kepada Orang Tua
Artikel Selanjutnya

KKN Tematik Universitas Garut Kelompok 16 Hadir di MIS Ar-Raudhotun Nur, Kampanyekan Anti-Bullying dan Bangun Cinta kepada Orang Tua

Kontributor: KABAR AR-RAUDHOTUN NUR
Diterbitkan: 11 Agustus 2026, 19:43 WIB · Diperbarui: 12 Agustus 2026, 08:20 WIB

Berikan Opinimu

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Terkini

Quizizz Mission: Inovasi Ulangan Harian Berbasis Stimulus untuk Mendukung Pembelajaran Berkualitas di Kelas X MPLB

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Sabtu, 26 September 2026 | 02:13 WIB

Cegah Bullying Sejak Dini, Polsek Carenang Edukasi Siswa SDN Binuang

Konten Redaksi Kamis, 24 September 2026 | 18:23 WIB

Dari Biang Sabun Jadi Cuan, Siswa Belajar Produksi hingga Pemasaran Sabun Cuci Piring

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Kamis, 24 September 2026 | 15:38 WIB

Edukasi Wudhu di Tengah Kemarau Ajarkan Siswa Bijak Menggunakan Air

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Kamis, 24 September 2026 | 07:38 WIB

Bangun Jiwa Technopreneur, Mahasiswa PK Terapkan Pembelajaran Berbasis Proyek di SMK Sawunggalih

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Kamis, 24 September 2026 | 01:29 WIB

Menanamkan Nasionalisme Sejak Dini, RA Ar-Raudhotun Nur Gelar Pengibaran Bendera Merah Putih

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Selasa, 22 September 2026 | 05:04 WIB

Evaluasi Program MIRUN, MIS Ar-Raudhotun Nur Bangun Kesadaran Siswa Peduli Lingkungan

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Selasa, 22 September 2026 | 01:29 WIB

Kandungan Gizi Terbuka, MBG di MIS Ar-Raudhotun Nur Beri Rasa Aman bagi Penerima Manfaat

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Senin, 21 September 2026 | 22:22 WIB