Tak Cukup Direhabilitasi, BNN Siapkan Masa Depan Korban Napza lewat Pelatihan Kerja
Dengan adanya integrasi layanan medis, sosial, dan ketenagakerjaan, pemerintah berharap proses pemulihan dapat berlangsung lebih komprehensif.
BNN bersama tiga kementerian juga diharapkan dapat memperkuat koordinasi dalam memberikan layanan kepada korban, sehingga tidak terjadi kesenjangan penanganan ketika seseorang berpindah dari satu tahap rehabilitasi ke tahap berikutnya.
Program tersebut pada akhirnya diarahkan untuk mengembalikan para mantan korban Napza sebagai sumber daya manusia yang produktif dan mampu berkontribusi bagi keluarga maupun masyarakat.
Sinergi ini sekaligus menunjukkan bahwa penanganan persoalan narkotika membutuhkan keterlibatan berbagai sektor. Penegakan hukum tetap menjadi bagian penting dalam memutus jaringan peredaran gelap narkotika, tetapi pemulihan korban membutuhkan pendekatan yang lebih luas dan berkelanjutan.
Dengan kolaborasi BNN, Kemensos, Kemenkes, dan Kemenaker, pemerintah berharap para korban penyalahgunaan Napza mendapatkan kesempatan untuk pulih, memperoleh keterampilan, kembali bekerja, serta menjalani kehidupan yang lebih baik tanpa kembali terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika.