Dari kegiatan sederhana tersebut, interaksi berkembang menjadi percakapan yang lebih personal. Anak-anak tidak hanya menjadi penerima kegiatan, tetapi ikut mengambil peran sebagai peserta yang bebas menyampaikan ide dan pengalamannya.
Ketua Panti Daarul Hasanah, Runi Akmalia, mengatakan perhatian terhadap anak-anak tidak cukup hanya dengan memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, pendidikan, tempat tinggal dan kesehatan. Menurutnya, anak-anak juga membutuhkan pengalaman sosial serta ruang untuk didengar dan mengekspresikan diri.
“Anak-anak membutuhkan pendidikan, tempat tinggal dan kebutuhan hidup yang baik. Tetapi mereka juga perlu bertemu banyak orang, mendapatkan pengalaman baru, didengarkan dan mempunyai ruang untuk menunjukkan apa yang mereka pikirkan dan rasakan. Ketika ada mahasiswa yang datang dan benar-benar meluangkan waktu melakukan kegiatan bersama mereka, bagi kami itu mempunyai nilai yang berbeda,” kata Runi, Selasa (11/8/2026).
Menurut Runi, salah satu tantangan lembaga pengasuhan adalah memastikan anak-anak tidak tumbuh dalam lingkungan yang terlalu terbatas. Panti memang menjadi tempat tinggal sekaligus ruang pengasuhan, tetapi anak-anak tetap membutuhkan hubungan dengan masyarakat di luar lingkungan panti.
Interaksi dengan mahasiswa, komunitas, maupun kelompok masyarakat lainnya dinilai dapat memperluas pengalaman anak. Mereka dapat mengenal karakter orang yang berbeda, mempelajari hal-hal baru, sekaligus memperoleh gambaran yang lebih luas mengenai kehidupan di luar lingkungan panti.
Hal tersebut menjadi semakin penting di tengah berbagai tantangan sosial dan ekonomi yang dihadapi keluarga maupun lembaga pengasuhan. Keberlangsungan panti tidak hanya membutuhkan dukungan untuk memenuhi kebutuhan operasional, tetapi juga jejaring sosial yang mampu menciptakan kesempatan bagi anak-anak untuk berkembang.
Panti Daarul Hasanah sendiri tumbuh dari lingkungan Gorowong, Adiarsa Timur, Karawang. Lembaga tersebut dirintis pada 2010 oleh H. Mansyur bersama keluarga sebagai bentuk kepedulian terhadap anak-anak yang membutuhkan pengasuhan dan dukungan pendidikan.
Dalam perkembangannya, pengelolaan panti kemudian diteruskan oleh generasi berikutnya dengan tetap mempertahankan fungsi panti sebagai tempat tinggal sekaligus ruang tumbuh bagi anak-anak.