Garut, 20 Juli 2026 – Semangat kebersamaan dan persaudaraan terus ditanamkan di lingkungan Yayasan Ar-Raudhotun Nur melalui berbagai program pembinaan karakter. Salah satu inovasi yang dilakukan adalah menggabungkan petugas Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih antara siswa MIS AR-RAUDHOTUN NUR dan MTs Plus Ar-Raudhotun Nur. Kolaborasi lintas jenjang pendidikan ini menjadi langkah strategis dalam membangun komunikasi, mempererat hubungan antarsiswa, serta menumbuhkan rasa saling menghargai sejak dini. Tidak hanya menjadi kegiatan seremonial setiap hari Senin, upacara bendera juga dimanfaatkan sebagai media pendidikan karakter yang menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, kepemimpinan, serta kepedulian sosial di lingkungan madrasah.
Keterlibatan siswa dari dua jenjang pendidikan dalam satu tim petugas upacara memberikan pengalaman belajar yang berbeda. Seluruh petugas mulai dari pemimpin upacara, pengibar bendera, pembaca Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, pembaca doa, pembawa acara, hingga petugas paduan suara dipersiapkan secara bersama melalui latihan yang terjadwal. Dalam proses tersebut, siswa madrasah ibtidaiyah memperoleh kesempatan belajar langsung dari kakak-kakaknya di tingkat madrasah tsanawiyah, sementara siswa MTs belajar menjadi teladan, pembimbing, sekaligus sahabat bagi adik-adiknya. Interaksi yang terbangun selama latihan maupun pelaksanaan upacara menciptakan suasana kekeluargaan yang kuat sehingga setiap peserta didik merasa menjadi bagian dari keluarga besar Yayasan Ar-Raudhotun Nur.
Bertindak sebagai pembina upacara, Mutiara Selandiana Effendi, S.Pd., selaku Kepala MIS AR-RAUDHOTUN NUR, menyampaikan bahwa kolaborasi tersebut merupakan bagian dari upaya membangun budaya madrasah yang harmonis. Dalam amanatnya, Mutiara menekankan pentingnya menjaga persaudaraan di lingkungan pendidikan. Ia mengajak seluruh siswa untuk saling menghormati, saling membantu, dan menciptakan lingkungan belajar yang aman serta nyaman bagi semua warga madrasah. "Kita semua yang berada di bawah naungan Yayasan Ar-Raudhotun Nur adalah satu keluarga besar. Tidak ada yang merasa lebih tinggi ataupun lebih rendah. Kakak-kakak di MTs harus menjadi teladan bagi adik-adiknya di MI, sedangkan adik-adik harus menghormati dan belajar dari kakak-kakaknya. Jika kita saling menjaga, saling menghargai, dan saling membantu, maka madrasah akan menjadi rumah kedua yang penuh kebahagiaan bagi kita semua," ujar Mutiara.
Selain itu juga, Mutiara menjelaskan bahwa penggabungan petugas upacara dari dua jenjang pendidikan memiliki tujuan yang lebih luas daripada sekadar melaksanakan rangkaian upacara dengan baik. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bagian dari pendidikan karakter yang dirancang untuk memperkuat hubungan antarsiswa sehingga tercipta budaya saling mengenal, saling menyapa, dan saling peduli. Kedekatan yang terbangun melalui aktivitas bersama diyakini mampu mencegah munculnya berbagai perilaku negatif, termasuk perundungan atau bullying, yang saat ini menjadi perhatian di berbagai lingkungan pendidikan. "Melalui kolaborasi ini, kami ingin membangun kedekatan antarsiswa sejak dini. Ketika mereka sering berlatih bersama, berbicara bersama, dan bekerja sama menyelesaikan tugas, akan tumbuh rasa memiliki satu sama lain. Dari situlah rasa empati berkembang dan peluang terjadinya bullying dapat diminimalkan. Kami ingin seluruh siswa merasa aman, diterima, dan dihargai sebagai bagian dari keluarga besar Ar-Raudhotun Nur," jelasnya.
Program kolaborasi lintas jenjang ini juga mendapat sambutan positif dari para guru dan peserta didik. Para pendidik menilai bahwa kegiatan tersebut tidak hanya melatih keterampilan teknis dalam pelaksanaan upacara, tetapi juga mengembangkan kemampuan komunikasi, kerja sama tim, kepemimpinan, serta rasa tanggung jawab. Bagi siswa MI, kehadiran kakak-kakak dari MTs menjadi sumber motivasi untuk terus belajar dan meningkatkan kepercayaan diri. Sebaliknya, bagi siswa MTs, kesempatan membimbing adik-adik mereka menjadi sarana untuk menumbuhkan jiwa kepemimpinan, kesabaran, dan kepedulian sosial. Hubungan yang terjalin secara alami tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun iklim pendidikan yang inklusif dan berkarakter.

Melalui inovasi ini, Yayasan Ar-Raudhotun Nur kembali menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan penguatan budaya kebersamaan. Kolaborasi antara siswa MI dan MTs Plus Ar-Raudhotun Nur dalam pelaksanaan Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih menjadi bukti bahwa nilai persaudaraan dapat dibangun melalui aktivitas sederhana yang dilakukan secara konsisten. Dengan semangat kebersamaan, saling menghormati, dan saling menjaga, diharapkan seluruh peserta didik tumbuh menjadi generasi yang berkarakter, memiliki kepedulian sosial yang tinggi, serta mampu menjadi teladan dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, bebas dari bullying, dan penuh semangat kekeluargaan.