Bagi Andra Soni, pembangunan tidak hanya berbicara mengenai infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi. Peningkatan kualitas manusia melalui pendidikan juga menjadi bagian penting dari pembangunan jangka panjang.
Sementara itu, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengajak para calon siswa Sekolah Rakyat untuk menjadikan perjalanan hidup Andra Soni sebagai inspirasi.
Menurut Teddy, perjuangan Andra Soni yang pernah menghadapi keterbatasan pendidikan tetapi mampu bangkit hingga menjadi gubernur dapat menjadi contoh bagi anak-anak yang saat ini mendapatkan kesempatan bersekolah melalui Sekolah Rakyat.
Teddy menekankan bahwa keberhasilan tidak datang secara instan. Kerja keras harus dibarengi dengan doa dan kemauan untuk terus belajar.
“Patut menjadi contoh bagi adik-adik yang hampir tidak bersekolah, yang siap sekolah di Sekolah Rakyat,” kata Teddy.
Ia kemudian memaparkan perkembangan program Sekolah Rakyat. Pada 2025, tercatat terdapat 165 Sekolah Rakyat dengan jumlah siswa mencapai sekitar 43 ribu anak.
Program tersebut terus diperluas. Pada 2026, pemerintah menambah 100 Sekolah Rakyat sebagai bagian dari upaya mewujudkan cita-cita Presiden Prabowo Subianto agar semakin banyak anak Indonesia mendapatkan akses pendidikan.
“Cita-cita Bapak Presiden Prabowo bagaimana caranya anak-anak Indonesia bisa sekolah. Yang tidak bisa sekolah bisa sekolah, yang belum bersekolah bisa sekolah, yang putus sekolah bisa sekolah,” ujar Teddy.