“Mereka pada jam-jam sekolah itu kadang mengamen atau bekerja di pasar-pasar atau di tempat umum. Sekarang mereka sekolah dan memiliki harapan baru untuk maju,” tambahnya.
Kehadiran Sekolah Rakyat diharapkan mampu mengubah kondisi tersebut. Anak-anak yang sebelumnya harus bekerja pada usia sekolah kini mendapatkan kesempatan untuk kembali belajar, mengembangkan potensi, serta mempersiapkan masa depan.
Bagi Pemerintah Provinsi Banten, penguatan akses pendidikan menjadi bagian penting dalam menciptakan generasi unggul. Pengalaman Andra Soni yang pernah merasakan sulitnya mendapatkan akses pendidikan menjadi gambaran bahwa dukungan terhadap anak-anak yang menghadapi keterbatasan dapat mengubah masa depan seseorang.
Karena itu, upaya memperluas akses pendidikan di Banten diharapkan tidak hanya mengurangi angka putus sekolah, tetapi juga membuka peluang lebih besar bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk meraih cita-cita.
Sekolah Rakyat pun diharapkan menjadi ruang baru bagi anak-anak untuk membangun kepercayaan diri, mengembangkan kemampuan, dan memperoleh kesempatan yang sama untuk menatap masa depan.
Semangat tersebut sejalan dengan pesan yang disampaikan Andra Soni bahwa pendidikan harus dapat dirasakan oleh seluruh anak tanpa terkecuali.
Dari pengalaman pribadi hingga kebijakan publik, perjuangan membuka akses pendidikan menjadi bagian penting dari upaya membangun Banten yang memiliki sumber daya manusia berkualitas, berdaya saing, dan mampu keluar dari persoalan kemiskinan serta keterbelakangan.
Dengan semakin luasnya akses pendidikan, anak-anak Banten diharapkan tidak lagi menjadikan keterbatasan ekonomi sebagai penghalang untuk mengejar cita-cita.