Menurutnya, keberadaan Sekolah Rakyat diharapkan mampu memberikan kesempatan kedua bagi anak-anak yang sebelumnya kehilangan akses pendidikan.
Program tersebut tidak hanya ditujukan kepada anak-anak yang sama sekali belum bersekolah, tetapi juga mereka yang terpaksa berhenti sekolah akibat kondisi ekonomi keluarga.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menjelaskan bahwa dukungan pemerintah daerah menjadi salah satu faktor penting dalam pengembangan Sekolah Rakyat. Para gubernur, bupati, dan wali kota turut membantu penyediaan lahan yang dibutuhkan untuk pembangunan dan penyelenggaraan sekolah.
Menteri yang akrab disapa Gus Ipul itu mengatakan, Presiden Prabowo Subianto telah memerintahkan agar penyelenggaraan sekolah rintisan Sekolah Rakyat diperluas, khususnya di Jakarta dan wilayah sekitarnya.
Menurut Gus Ipul, setiap Sekolah Rakyat nantinya mampu menampung sekitar 2.000 siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA.
Sasaran utama program tersebut adalah anak-anak yang sebagian besar sebelumnya tidak bersekolah atau mengalami putus sekolah.
“Setiap Sekolah Rakyat mampu menampung 2.000 siswa SD, SMP, SMA. Yang dijangkau dalam sekolah rintisan tambahan ini adalah anak-anak yang sebagian besar tidak sekolah dan putus sekolah,” jelas Gus Ipul.
Ia menggambarkan kondisi sebagian anak yang sebelumnya harus menghabiskan waktu pada jam sekolah untuk bekerja demi membantu ekonomi keluarga. Sebagian dari mereka bahkan mencari penghasilan di jalanan, pasar, maupun tempat umum lainnya.