Ia tidak siap mendengar kata-kata seperti itu dari anaknya.
Seorang anak berusia lima tahun… berbicara seperti orang dewasa.
Dan tiba-tiba, semua yang selama ini ia kejar terasa kehilangan makna.
Gibran menutup laptopnya perlahan.
Untuk pertama kalinya dalam waktu yang lama, ia benar-benar melihat anaknya.
Raka. Anak kecil yang hanya ingin bermain bersama ayahnya.
Bukan mainan mahal. Bukan hadiah besar.
Hanya… waktu.
Gibran berlutut di depan Raka dan memeluknya erat.