Jumat, 10 Juli 2026
Login Kirim Tulisan
Konten dari Pengguna

AYAH, Bolehkah Aku Membeli Waktumu?

BAGIKAN:
AYAH, Bolehkah Aku Membeli Waktumu?
0
AYAH, Bolehkah Aku Membeli Waktumu?
Iklan

Ayahnya dulu bekerja keras, tetapi hasilnya tak pernah cukup.

Sejak saat itu, Gibran berjanji bahwa anaknya tidak boleh merasakan hal yang sama. Ia ingin memberikan segalanya—mainan terbaik, pendidikan terbaik, dan kehidupan yang lebih layak.

Namun, tanpa disadari, ada satu hal yang perlahan ia ambil dari Raka.

Waktu.

Malam itu, hujan sudah reda. Gibran keluar dari ruang kerjanya sekitar pukul 21.30. Ia meregangkan badan, merasa sedikit lega karena pekerjaannya selesai.

“Raka?” panggilnya.

Tidak ada jawaban.

Ia melangkah ke ruang tengah dan menemukan Raka tertidur di lantai, masih memeluk mobil-mobilannya. Televisi masih menyala, menampilkan kartun yang sudah lama selesai.

Gibran terdiam.

Ia mendekat, mengangkat tubuh kecil itu, dan membawanya ke kamar. Saat menyelimuti Raka, ia menatap wajah polos anaknya—tenang dan damai.

“Maaf ya, Nak…” bisiknya pelan.

Iklan
Puisi Terbaru Imron Ramadhan yang Mungkin Dapat Menggambarkan Perasaanmu
Artikel Selanjutnya

Puisi Terbaru Imron Ramadhan yang Mungkin Dapat Menggambarkan Perasaanmu

Artikel ini merupakan tanggung jawab kontributor dan tidak mencerminkan pandangan redaksi distrikbantennews.com.
Iklan
Iklan
Kontributor: Insan Faisal Ibrahim
Diterbitkan: 7 April 2026, 14:20 WIB · Diperbarui: 8 April 2026, 02:36 WIB

Berikan Opinimu

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE