Ikuti Kami
Minggu, 5 Juli 2026 Versi Web

Haidar Alwi Sebut Diamnya Pemimpin Arab Pengkhianatan Saat AS-Israel Serang Iran

Penulis: Herfa Al Jihad  | Editor: Redaksi
Senin, 23 Maret 2026 | 20:50 WIB
Facebook
X
WhatsApp
Lainnya

Krisis yang terjadi bukan hanya krisis geopolitik, tetapi juga krisis nilai yang sangat dalam.

Haidar Alwi menyoroti cara kekuasaan global bekerja, di mana Donald Trump menunjukkan pola tekanan terbuka.

Trump menjadikan kekuatan militer sebagai alat intimidasi, bukan jalan terakhir diplomasi.

Ancaman terhadap infrastruktur vital dan jalur energi dunia memperlihatkan bahwa tekanan dijadikan bahasa utama dalam hubungan internasional.

Sementara itu, Benjamin Netanyahu memperkuat pola tersebut melalui eskalasi militer yang agresif. Netanyahu cenderung mengabaikan batas-batas hukum humaniter.

"Ketika kekuatan digunakan tanpa batas hukum dan tanpa tanggung jawab moral, maka itu bukan pertahanan, tetapi dominasi brutal yang dipaksakan," tegas Haidar Alwi.

Ia menambahkan, inilah wajah nyata sistem global hari ini, di mana yang kuat tidak hanya melanggar aturan, tetapi juga menentukan ulang aturan itu sendiri.

Dalam pola kekuasaan seperti ini, negara target tidak memiliki banyak pilihan selain tunduk atau melawan.

Penulis: Herfa Al Jihad  | Editor: Redaksi
Senin, 23 Maret 2026 | 20:50 WIB
Artikel Selanjutnya

Iran Ancam Tutup Selat Hormuz, Geopolitik Memanas!

Mode AMP — versi ringan & cepat
Versi Lengkap

Terkini

Iran Ancam Tutup Selat Hormuz, Geopolitik Memanas!

Senin, 23 Maret 2026 | 14:45 WIB

Haidar Alwi: Iran Mandiri di Tengah Embargo 4 Dekade

Jumat, 20 Maret 2026 | 19:36 WIB
↑ Kembali ke atas
Haidar Alwi Sebut Diamnya Pemimpin Arab Pengkhianatan Saat AS-Israel Serang Iran

Bagikan artikel ini melalui