Ikuti Kami
Minggu, 5 Juli 2026 Versi Web

Haidar Alwi Sebut Diamnya Pemimpin Arab Pengkhianatan Saat AS-Israel Serang Iran

Penulis: Herfa Al Jihad  | Editor: Redaksi
Senin, 23 Maret 2026 | 20:50 WIB
Facebook
X
WhatsApp
Lainnya

Dalam hukum internasional, penggunaan kekuatan militer hanya sah untuk pembelaan diri atau mandat Dewan Keamanan PBB.

Serangan terhadap Iran tidak memenuhi kedua kondisi tersebut.

Ketika pelanggaran semacam ini dilakukan tanpa konsekuensi, hukum internasional kehilangan fungsinya sebagai penjaga keadilan.

Kondisi ini memperlihatkan standar ganda yang tidak lagi bisa disembunyikan.

Negara kuat melanggar hukum, dunia diam, namun negara lemah langsung dijatuhi sanksi.

Hukum internasional saat ini tidak berdiri di atas prinsip keadilan, melainkan bergerak mengikuti kepentingan kekuasaan.

Dalam perspektif hukum Islam, prinsipnya lebih tegas, yaitu tidak boleh ada agresi tanpa sebab, wajib membela pihak yang dizalimi, dan haram tunduk kepada kezaliman.

"Jika kezaliman dibiarkan karena pelakunya kuat, maka yang runtuh bukan hanya hukum, tetapi keimanan terhadap keadilan itu sendiri," ujar Haidar Alwi.

Penulis: Herfa Al Jihad  | Editor: Redaksi
Senin, 23 Maret 2026 | 20:50 WIB
Artikel Selanjutnya

Iran Ancam Tutup Selat Hormuz, Geopolitik Memanas!

Mode AMP — versi ringan & cepat
Versi Lengkap

Terkini

Iran Ancam Tutup Selat Hormuz, Geopolitik Memanas!

Senin, 23 Maret 2026 | 14:45 WIB

Haidar Alwi: Iran Mandiri di Tengah Embargo 4 Dekade

Jumat, 20 Maret 2026 | 19:36 WIB
↑ Kembali ke atas
Haidar Alwi Sebut Diamnya Pemimpin Arab Pengkhianatan Saat AS-Israel Serang Iran

Bagikan artikel ini melalui