JAKARTA — Workout Tabata kini semakin digemari masyarakat, terutama mereka yang ingin tetap bugar meski memiliki waktu terbatas. Latihan ini termasuk dalam kategori High-Intensity Interval Training (HIIT), yaitu latihan intensitas tinggi dengan jeda istirahat singkat yang terbukti mampu meningkatkan kebugaran secara efektif.
Apa Itu Tabata?
Metode Tabata pertama kali dikembangkan oleh Dr. Izumi Tabata dan tim penelitinya di Jepang pada tahun 1996. Pola latihan ini terdiri dari delapan siklus yang masing-masing berdurasi 20 detik latihan intens, diikuti 10 detik istirahat, dengan total waktu hanya empat menit.
Meski singkat, latihan ini dapat memberikan hasil signifikan. Gerakan Tabata bisa berupa kombinasi latihan seperti squat jump, push-up, burpee, atau mountain climber yang disesuaikan dengan kemampuan individu.
Menyehatkan Jantung dan Sistem Kardiovaskular
Latihan Tabata terbukti efektif dalam meningkatkan kesehatan jantung. Intensitas tinggi membuat jantung bekerja lebih keras, sehingga kapasitas pemompaan darah meningkat dan sistem peredaran menjadi lebih efisien.
Menurut dr. Rika Handayani, SpKO, dokter spesialis kedokteran olahraga di Jakarta, Tabata termasuk latihan yang baik untuk melatih daya tahan jantung dan paru-paru.
“Latihan Tabata membantu memperkuat otot jantung karena ritme intens-nya membuat jantung beradaptasi agar memompa darah lebih efisien. Namun, latihan ini tetap harus dilakukan dengan pemanasan yang cukup dan tidak boleh dipaksakan,” jelas dr.
Rika kepada HealthLine Indonesia, Senin (6/10/2025).