
Marabahan, INFO_PAS – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Marabahan menghadirkan inovasi baru di bidang pelayanan kesehatan melalui peluncuran Kartu CERIA (Cek Rutin Hipertensi Anda). Program ini merupakan instrumen khusus bagi Warga Binaan (WB) yang terdiagnosis hipertensi guna meningkatkan pemantauan kesehatan serta kepatuhan dalam menjalani pengobatan, Selasa (21/4).
Inovasi ini diresmikan dan disosialisasikan langsung oleh Kepala Rutan Marabahan, I Wayan Tapa Diambara, dengan didampingi oleh pejabat struktural serta tenaga medis Rutan. Program ini digagas oleh Dokter Rutan Marabahan, dr. Tiara SR Hutagalung, sebagai bagian dari Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS yang diselenggarakan oleh Lembaga Administrasi Negara (LAN).
Sebanyak 60 warga binaan yang memiliki riwayat tekanan darah tinggi menerima Kartu CERIA. Kartu ini berfungsi sebagai alat Kontrol Kesehatan, pengingat mandiri, membantu warga binaan mengingat jadwal kontrol ke klinik sesuai blok masing-masing serta pemantau kepatuhan.
Kepala Rutan Marabahan, I Wayan Tapa Diambara, menyampaikan bahwa inovasi ini adalah langkah konkret dalam meningkatkan kualitas layanan publik. “Kartu CERIA ini merupakan inovasi cemerlang dari dr. Tiara sebagai bentuk perhatian nyata terhadap kondisi kesehatan warga binaan, khususnya penderita penyakit kronis. Kami berharap kepatuhan berobat meningkat sehingga kondisi mereka terpantau optimal,” ujarnya.
Dalam penjelasannya, dr. Tiara SR Hutagalung menyebutkan bahwa hipertensi sering kali menjadi "silent killer" yang berbahaya jika diabaikan. “Kartu ini dirancang sebagai media sederhana namun efektif untuk mendisiplinkan jadwal kontrol dan konsumsi obat, sehingga risiko komplikasi dapat ditekan,” jelasnya.
Inovasi ini mendapat sambutan hangat dari warga binaan. Salah satu warga binaan berinisial S mengaku sangat terbantu. “Menurut saya, Kartu CERIA ini akan membantu kami agar lebih disiplin dan teratur dalam berobat,” ungkapnya.
Dengan hadirnya Kartu CERIA, Rutan Marabahan berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan kesehatan demi memastikan warga binaan dapat menjalani masa pembinaan dalam kondisi fisik yang prima.