Usai berdialog, Andra Soni menyerahkan sejumlah bantuan sebagai jawaban atas keluhan nelayan. Bantuan tersebut antara lain berupa alat tangkap jaring insang untuk 10 kelompok nelayan, bubu naga, alat TED untuk 70 nelayan, paket sembako, serta bantuan BPJS Ketenagakerjaan bagi 600 nelayan.
Sementara itu, sebanyak 3.500 nelayan lainnya akan menerima bantuan serupa melalui anggaran perubahan APBD 2025.
Program BPJS Ketenagakerjaan ini bersifat pemberdayaan. Pada tahun pertama, seluruh iuran ditanggung pemerintah selama 12 bulan.
Tahun kedua, pemerintah menanggung iuran selama delapan bulan, tahun ketiga enam bulan, dan pada tahun keempat nelayan diharapkan sudah bisa mandiri.
Selain menyerahkan bantuan, Gubernur Andra juga meninjau monitor pelacakan posisi dan riwayat kapal hasil kerja sama Pemprov Banten, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi dengan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa serta Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya. Program ini diharapkan dapat meningkatkan keselamatan kapal nelayan dan pelayaran di perairan Banten.
Hadir pula dalam dialog tersebut Kepala Dinas PUPR Banten Arlan Marzan, Kepala Bappeda Banten Mahdani, Plt Kepala Dinas ESDM Arry James Faraddy, serta perwakilan BBWS C2.