Andra juga menyambut baik rencana Kepala BBWS C3 Dedi Yudha Lesmana yang menyampaikan bahwa pada 2026 akan dilakukan normalisasi Sungai Cibanten atau Pelabuhan Karangantu. Di Kabupaten Tangerang, BBWS C2 juga akan melakukan kegiatan serupa di Pelabuhan Perikanan Cituis.
Selain itu, aspirasi mengenai pendidikan untuk anak-anak nelayan serta usulan pengelolaan Pelabuhan Perikanan Binuangeun, Lebak, juga menjadi masukan bagi Pemprov Banten.
“Mohon doa dan dukungannya agar diskusi ini bisa ditindaklanjuti secara komprehensif dan ujungnya adalah kesejahteraan nelayan,” ucap Andra.
Sementara itu, Ketua DPD HNSI Banten Neneng Sri Hastuti Handayani bersyukur aspirasi nelayan tersampaikan langsung kepada gubernur.
“Insya Allah ke depan nelayan semakin sejahtera. Nelayan Banten akan lebih produktif dengan hasil tangkap yang besar dan berlimpah,” katanya.
Wali Kota Serang Budi Rustandi juga menyambut baik dialog tersebut dan menegaskan kesiapannya untuk bekerja sama dengan semua pihak demi meningkatkan kesejahteraan nelayan.
Dialog ini menjadi pengalaman pertama bagi nelayan Karangantu, seperti yang dirasakan Padma dan Wawan. Mereka memanfaatkan kesempatan untuk menyampaikan aspirasi mulai dari akses solar bersubsidi, kartu pas nelayan, bantuan sosial, hingga masalah pendangkalan muara pelabuhan.
Mereka juga menyinggung soal legalisasi jaring apolo yang dinilai masih menjadi perdebatan.