Jakarta – Gaya hidup modern dan tren fashion membuat pakaian ketat semakin digemari, baik oleh kaum wanita maupun pria. Banyak orang merasa lebih percaya diri dan tampil menarik ketika mengenakan busana yang pas di tubuh.
Namun di balik kesan stylish tersebut, para ahli kesehatan mengingatkan bahwa kebiasaan terlalu sering memakai pakaian ketat bisa membawa dampak buruk bagi kesehatan jika dilakukan terus-menerus.
Gangguan Sirkulasi Darah
Salah satu masalah utama yang ditimbulkan dari pakaian ketat adalah terganggunya sirkulasi darah. Tekanan berlebih pada pembuluh darah dapat menyebabkan rasa kesemutan, kram, hingga mati rasa pada bagian tubuh tertentu.
Kondisi ini dikenal dengan istilah tight pants syndrome, yaitu keluhan yang muncul akibat celana terlalu ketat pada bagian pinggang dan paha.
“Pakaian ketat menekan jaringan otot dan saraf. Jika dipakai terlalu lama, tubuh bisa mengalami kesemutan bahkan nyeri yang tidak nyaman,” jelas dr. Anisa Putri, seorang dokter umum di Jakarta.
Masalah Pencernaan
Selain mengganggu peredaran darah, pakaian ketat juga dapat menekan area perut. Tekanan ini meningkatkan risiko gangguan pencernaan, mulai dari perut kembung, sembelit, hingga naiknya asam lambung.
Bagi penderita maag atau GERD (Gastroesophageal Reflux Disease), pakaian ketat bisa memperparah gejala yang dirasakan.