Ikuti Kami
Sabtu, 17 Oktober 2026 ⚡ Versi Web
Konten dari Pengguna Opini

Mengapa Kita Takut Bicara di Depan Orang Banyak?

Kontributor: Ghefira Lia
Sabtu, 17 Oktober 2026 | 10:23 WIB
Facebook
X
WhatsApp
Lainnya

Perubahan cara pandang ini menurut saya penting. Ketika seseorang berhenti memikirkan, “Apakah saya terlihat pintar?” dan mulai bertanya, “Apakah orang lain memahami apa yang saya sampaikan?”, tekanan untuk tampil sempurna perlahan berkurang.

Pembicara yang baik pun tidak selalu berbicara dengan kalimat-kalimat rumit. Justru, sering kali orang lebih mudah mengingat pembicara yang mampu menjelaskan sesuatu dengan bahasa sederhana. Ia tahu kapan harus serius, kapan memberikan contoh, dan kapan berhenti berbicara.

Karena itu, kemampuan berbicara sebenarnya tidak dapat dipisahkan dari kemampuan mendengarkan. Bagaimana mungkin seseorang menyampaikan pesan dengan baik jika ia tidak memahami siapa yang sedang diajak bicara?

Seorang mahasiswa yang melakukan presentasi, misalnya, tidak cukup hanya menguasai materi. Ia perlu mengetahui apakah teman-temannya memahami istilah yang digunakan. Seorang pemimpin tidak cukup hanya memberikan instruksi. Ia perlu memastikan orang-orang yang dipimpinnya mengerti apa yang harus dilakukan. Begitu juga seorang penjual tidak cukup hanya menjelaskan produknya. Ia perlu memahami kebutuhan calon pembeli.

Dengan kata lain, public speaking bukan tentang berbicara sebanyak-banyaknya. Justru sebaliknya, kemampuan tersebut menuntut seseorang untuk mengetahui apa yang perlu dikatakan dan apa yang sebaiknya tidak dikatakan.

Di era media sosial, persoalan ini menjadi semakin penting. Sekarang hampir semua orang memiliki kesempatan untuk berbicara di ruang publik. Satu unggahan, satu video, atau satu komentar dapat dilihat oleh ribuan bahkan jutaan orang. Batas antara berbicara kepada beberapa orang dan berbicara kepada publik menjadi semakin tipis.

Sayangnya, kesempatan tersebut tidak selalu diikuti dengan tanggung jawab.

Kita sering melihat bagaimana seseorang menyampaikan pendapat secara tergesa-gesa, menggunakan kata-kata yang provokatif, atau menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan berbicara seharusnya tidak hanya diukur dari seberapa menarik seseorang ketika berbicara, tetapi juga dari seberapa bertanggung jawab pesan yang disampaikannya.

Kontributor: Ghefira Lia
Sabtu, 17 Oktober 2026 | 10:23 WIB
Catatan Redaksi

Tulisan ini merupakan opini pengguna. Pandangan yang disampaikan menjadi tanggung jawab penulis dan tidak selalu mencerminkan pandangan Redaksi Distrik Banten News. Status Kontributor tidak menunjukkan keanggotaan Redaksi maupun kewenangan untuk mewakili Distrik Banten News.

Artikel Selanjutnya

Bukan Cuma Soal Harga: Mengapa Mahasiswa Mulai Meninggalkan Toko Fashion Offline?

Mode AMP — versi ringan & cepat
Versi Lengkap

Terkini

Mengapa Kita Takut Bicara di Depan Orang Banyak?

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 10:23 WIB

Bebas Berbicara, Tetap Bertanggung Jawab

Jumat, 16 Oktober 2026 | 08:27 WIB

JENI NUR AINI Menuntaskan 10K Pertama di TNI Run 2026

Minggu, 20 September 2026 | 12:27 WIB
↑ Kembali ke atas
Mengapa Kita Takut Bicara di Depan Orang Banyak?

Bagikan artikel ini melalui