Dalam kesempatan tersebut, Deden juga menyampaikan apresiasi kepada Lembaga Administrasi Negara (LAN) atas dukungan dan sinergi dalam pembinaan kompetensi aparatur.
Apresiasi turut disampaikan kepada BPSDMD Provinsi Banten dan Tim Percepatan Pembentukan Banten CorpU yang telah berperan dalam merealisasikan program tersebut.
Ia berharap Banten CorpU dapat menjadi fondasi dalam membangun aparatur yang kompeten, berintegritas, profesional, dan mampu menjawab tantangan pembangunan daerah.
Sementara itu, Kepala LAN, Muhammad Taufik, menekankan bahwa penerapan corporate university harus berorientasi pada dampak nyata terhadap pencapaian visi, misi, dan program strategis pemerintah daerah.
Menurutnya, corporate university bukan sekadar sistem pelatihan, melainkan pendekatan pembelajaran yang menghubungkan peningkatan kompetensi aparatur dengan kebutuhan organisasi dan target pembangunan.
“Terutama melalui Learning Organization Management System (LOMS) sebagai fondasi tata kelola pembelajaran dan Learning Organization Maturity Index (LOMI) sebagai instrumen kematangan organisasi. Ini merupakan langkah strategis dalam membangun budaya belajar yang berkelanjutan pada Pemprov Banten,” ujar Taufik.
Melalui peluncuran Banten CorpU, Pemprov Banten diharapkan mampu memperkuat budaya belajar di lingkungan birokrasi, meningkatkan kolaborasi antarperangkat daerah, serta mendorong lahirnya inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Program ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mewujudkan birokrasi yang tidak hanya tertib secara administratif, tetapi juga mampu bekerja secara efektif, responsif, dan berorientasi pada hasil pembangunan.