Dituding Salah Sasaran, Kades Cisait Jelaskan Pengajuan Beasiswa 1 Desa 1 Sarjana
SERANG – Kepala Desa Cisait, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, Ajurum, membantah informasi yang menyebut penerima program 1 Desa 1 Sarjana di desanya tidak tepat sasaran karena merupakan anak seorang pendamping desa.
Ajurum menjelaskan, sebelum mengajukan calon penerima bantuan dari Pemerintah Provinsi Banten, pihak desa telah menyosialisasikan program tersebut kepada ketua RT dan RW.
Namun, hingga batas waktu pengajuan, tidak ada warga yang mendaftar sesuai jurusan yang dibutuhkan, seperti pertanian dan manajemen. Karena program harus tetap diajukan, akhirnya desa menemukan satu kandidat, yakni Izzati, anak Sri Haryati yang merupakan istri Paryono, seorang pendamping desa.
Menurut Ajurum, pengajuan Izzati telah memenuhi persyaratan dan sebelumnya dibahas melalui musyawarah desa. Saat diajukan, Izzati tercatat sebagai mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB), sehingga dinilai sesuai dengan bidang pertanian yang menjadi salah satu jurusan yang dibutuhkan.
Izzati kemudian mendapatkan bantuan pendidikan mulai 2025 sebesar Rp20 juta per tahun. Setelah menerima bantuan tahun pertama, Izzati pindah dan melanjutkan kuliah di Universitas Pamulang (Unpam) Serang.
“Pengajuannya sudah memenuhi syarat dan sudah melalui musyawarah desa,” ujar Ajurum saat dikonfirmasi wartawan DistrikBantenNews.com. Jumat, (02/10).
Dikawal hingga Lulus
Ajurum mengatakan, program tersebut tidak hanya memberikan bantuan pendidikan. Pihak desa juga akan mengawal penerima hingga lulus.
Setelah menyelesaikan pendidikan, penerima diharapkan kembali memberikan kontribusi dan mengabdi untuk kemajuan desa.