Indeks Integritas Pendidikan Banten Naik, Wagub Dimyati Bidik Level Adaptif
Penguatan Integritas Harus Dilakukan Bersama
Dimyati menegaskan, penguatan integritas di sektor pendidikan tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata. Diperlukan keterlibatan seluruh pihak, mulai dari pemerintah, satuan pendidikan, guru, peserta didik hingga masyarakat.
“Kita perkuat dan jaga bersama-sama indeks itu. Tujuannya untuk menghilangkan budaya korupsi, kolusi, serta sikap main-main, dan mengubahnya menjadi budaya kerja yang berintegritas,” tegasnya.
Ia mengatakan, budaya integritas perlu ditanamkan sejak dini untuk membentuk generasi yang memiliki karakter serta kecintaan terhadap bangsa dan negara.
Pemprov Banten, lanjutnya, juga mendorong penguatan kurikulum muatan lokal yang berkaitan dengan pendidikan karakter.
“Melalui muatan lokal ini, kita ingin menjadikan anak-anak dan para guru berintegritas. Tujuannya agar lingkungan pendidikan menjadi wilayah yang bebas dari korupsi dan memiliki budaya kerja nyata yang baik. Tentunya, semua itu membutuhkan dukungan dan kolaborasi semua pihak,” jelasnya.
Nasional Masuk Kategori Adaptif
Sementara itu, Ketua KPK Setyo Budiyanto menekankan pentingnya pencegahan korupsi dimulai sejak lingkungan pendidikan, termasuk dari ruang kelas.