Kotoarjo, Purworejo – Ulangan harian sering kali identik dengan pengerjaan soal secara konvensional. Untuk memberikan pengalaman asesmen yang berbeda sekaligus mendorong keterlibatan siswa dalam pembelajaran, Milaty Hanifah mahasiswa Praktik Kependidikan menghadirkan inovasi Quizizz Mission bagi siswa kelas X Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis (MPLB).
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai respons terhadap kondisi pembelajaran di kelas yang menunjukkan bahwa sebagian siswa masih cenderung pasif dalam mengikuti kegiatan belajar. Inovasi tidak dilakukan dengan menghilangkan bentuk pilihan ganda, tetapi dengan mengubah desain ulangan menjadi lebih interaktif dan menantang melalui penggunaan Quizizz serta soal berbasis stimulus.
Quizizz dipilih sebagai media pelaksanaan ulangan karena memungkinkan siswa mengerjakan soal secara digital dengan tampilan yang lebih interaktif. Namun, penggunaan teknologi bukan menjadi satu-satunya unsur inovasi. Soal yang diberikan dirancang menggunakan stimulus berupa kasus, data, tabel, dan situasi yang dekat dengan kehidupan siswa maupun bidang Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis.
Ulangan dikemas dalam konsep misi yang terdiri atas beberapa tahapan. Pada tahap awal, siswa menghadapi soal yang menguji pemahaman konsep. Selanjutnya, siswa diberikan soal berbasis stimulus yang menuntut mereka untuk memahami informasi dan menganalisis permasalahan. Pada tahap berikutnya, siswa dihadapkan pada permasalahan yang membutuhkan pengambilan keputusan berdasarkan konsep yang telah dipelajari.
Konsep tersebut juga dirancang untuk memberikan pengalaman latihan yang mendukung persiapan siswa menghadapi model soal Tes Kemampuan Akademik (TKA). Siswa tidak hanya dihadapkan pada pertanyaan yang menuntut hafalan, tetapi juga dilatih untuk membaca stimulus, menghubungkan informasi, menganalisis kondisi, dan menentukan jawaban berdasarkan permasalahan yang diberikan.
Sebelum pelaksanaan ulangan, kegiatan diawali dengan review singkat terhadap materi yang telah dipelajari. Siswa diberikan beberapa pertanyaan pemantik untuk mengingat kembali konsep utama. Tahap ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk berpartisipasi sebelum memasuki kegiatan asesmen.
Selanjutnya, siswa mengikuti Quizizz Mission secara mandiri. Selama kegiatan berlangsung, siswa menyelesaikan soal sesuai dengan tahapan yang telah disiapkan. Penggunaan kasus yang dekat dengan kehidupan sehari-hari dan dunia kerja diharapkan dapat membantu siswa memahami bahwa materi yang dipelajari tidak hanya digunakan untuk menjawab soal, tetapi juga dapat digunakan dalam menghadapi permasalahan nyata.
Setelah menyelesaikan ulangan, kegiatan dilanjutkan dengan refleksi singkat. Siswa diminta mengidentifikasi soal yang dianggap paling sulit, menjelaskan kesulitan yang mereka alami, serta menentukan kemampuan yang masih perlu mereka tingkatkan. Refleksi tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran agar siswa tidak hanya berorientasi pada hasil nilai, tetapi juga mampu mengenali proses belajar dan perkembangan dirinya.